Pemprov Jateng Gandeng BKKBN Perkuat Program Strategis Pembangunan Keluarga Berkualitas

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), sekaligus Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Tengah menggandeng Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah, untuk memperkuat program strategis pembangunan keluarga berkualitas.

Menurut Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin, langkah tersebut diwujudkan melalui penjajakan sinergi dan kolaborasi program antara TP PKK, TP Posyandu, serta BKKBN.

“Penjajakan sinergi dan kolaborasi program yang memiliki fokus sama, yakni pembangunan keluarga berkualitas dan peningkatan kesejahteraan keluarga,” jelasnya.

Nawal menambahkan, kesamaan fokus tersebut menjadi dasar penting untuk mengintegrasikan berbagai program agar lebih efektif dan berdampak luas bagi masyarakat.

“Kami menjajaki kerja sama, sinergitas, kolaborasi dengan BKKBN, karena program antara PKK Posyandu dan BKKBN ini saling beririsan, sehingga kami memetakan apa saja yang kemudian bisa dikolaborasikan,” katanya usai menerima jajaran Perwakilan BKKBN Jateng di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jateng, Kota Semarang.

Dia mencontohkan, dalam upaya pencegahan stunting serta penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), TP PKK dan TP Posyandu memiliki program Kencan Bumil (Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil).

Sementara itu, BKKBN menjalankan sejumlah program, seperti Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), Dahsyat (Dapur Sehat Atasi Stunting) dan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non-PAUD.

“Mengenai layanan PAUD, mereka (BKKBN) punya program Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), kami punya program PAUD Emas di Posyandu,” tutur Nawal, yang juga Bunda PAUD Jateng tersebut.

Selain itu, kolaborasi juga akan dilakukan pada pengasuhan keluarga di era digital. Program Paaredi (Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital) PKK Jateng, program Cilukba (Crito lan Dolanan Kaliyan Bapak) TP Posyandu, akan disinergikan dengan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) milik BKKBN.

Sinergi tersebut juga direncanakan mencakup program – program pencegahan perkawinan anak, perlindungan lansia dan layanan kesehatan mental bagi anak, perempuan, remaja, penyandang disabilitas, serta keluarga.

Hal tersebut, lanjutnya, sekaligus mendukung program Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.

Nawal menambahkan, pihaknya juga tertarik dengan layanan konsultasi keluarga berbasis digital milik BKKBN Jawa Tengah, melalui platform BahteraCinta.id.

Menurutnya, layanan tersebut berpotensi dikolaborasikan dengan TP Posyandu, yang juga memiliki layanan kesehatan mental.

Inovasi tersebut, katanya, menjadi angin segar di tengah meningkatnya kerentanan generasi muda terhadap masalah kesehatan mental, yang dapat berujung pada tindakan ekstrem seperti bunuh diri.

“Jadi, ini bisa menjadi salah satu program yang sangat baik, dengan adanya layanan konsultasi psikis yang itu platform diampu oleh psikolog sendiri bukan AI,” ungkap istri Wakil Gubernur Jateng ini.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah Rusman Efendi menyambut baik rencana kolaborasi tersebut dan berharap sinergi yang terjalin mampu memperkuat dampak pembangunan keluarga di Jawa Tengah.

Dia menuturkan, BKKBN, TP PKK dan TP Posyandu, memiliki sasaran yang sama, yakni keluarga.

Selain itu, program – program yang dijalankan saling berkaitan, sehingga kolaborasi dapat memperkuat efektivitas pelaksanaan di lapangan.

“Audiensi ini untuk mengolaborasikan kegiatan di BKKBN, dengan PKK dan Posyandu. Dengan perpaduan program, diharapkan nanti pembangunan keluarga di Jawa Tengah akan berdampak lebih dahsyat lagi,” ungkap Rusman. I

Kirim Komentar