Pemprov Sumbar Dorong Kesiapsiagaan Bencana Jadi Budaya Kolektif

Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak boleh sekadar menjadi seremonial tahunan.

Memomentum Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 harus menjadi titik balik dalam mentransformasi kesiapan menghadapi bencana menjadi kebiasaan hidup sehari – hari masyarakat.

Peringatan yang berlangsung di Auditorium Gubernur Sumbar ini ditandai dengan simulasi evakuasi mandiri gempa bumi dan aktivasi sirene peringatan dini secara serentak.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya nasional untuk menguji ketangguhan masyarakat di zona rawan.

Gubernur Sumbar yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ahmad Zakri menekankan bahwa latihan rutin adalah kunci untuk meminimalkan kepanikan saat bencana melanda.

“Latihan ini sangat krusial untuk membangun refleks kolektif. Kita ingin masyarakat tahu persis apa yang harus dilakukan secara cepat dan tepat saat alarm bencana berbunyi,” ujarnya

Ahmad Zakri menambahkan bahwa rekam jejak bencana di masa lalu harus menjadi kompas dalam mengevaluasi dan memperkuat sistem mitigasi yang ada saat ini.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Sumbar Erasukma Munaf berharap edukasi kebencanaan merambah hingga ke unit terkecil masyarakat.

Menurutnya, partisipasi publik adalah fondasi utama ketangguhan daerah. “Kesiapsiagaan tidak boleh berhenti pada slogan. Kita ingin ini menjadi budaya dan gaya hidup masyarakat Sumatera Barat,” tegas Erasukma.

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi di lapangan, Pemprov Sumbar menyerahkan penghargaan kepada 94 Instansi (Lembaga pemerintah dan swasta), serta 4.248 relawan yang terlibat aktif dalam penanganan bencana hidrometeorologi.

Selain agenda formal, kampanye edukasi HKB 2026 juga menyasar ruang – ruang publik, termasuk kegiatan di kawasan Car Free Day (CFD) guna menjangkau audiens yang lebih luas.

Melalui penguatan edukasi dan simulasi yang konsisten, Pemprov Sumbar optimis risiko, serta dampak bencana di masa depan dapat ditekan seminimal mungkin. I

Baca Juga:  Laporan Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air pada 19 Maret 2026

 

Kirim Komentar