Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi meninjau langsung operasional Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel yang baru berfungsi di kawasan Sitinjau Lauik, Kota Padang.
Peninjauan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat konektivitas telekomunikasi, sekaligus mendukung keselamatan masyarakat di jalur ekstrem tersebut.
Sitinjau Lauik merupakan akses vital keluar – masuk Kota Padang yang dikenal memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Selama ini, keterbatasan sinyal komunikasi menjadi kendala serius, terutama dalam penanganan kondisi darurat di sepanjang jalur tersebut.
Gubernur menyatakan bahwa kehadiran BTS merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat akan akses komunikasi yang andal, khususnya di kawasan strategis dan berisiko tinggi.
“Alhamdulillah, dengan hadirnya BTS ini, komunikasi di Sitinjau Lauik menjadi jauh lebih lancar. Informasi yang sebelumnya sulit disampaikan, kini dapat dikomunikasikan dengan cepat, terutama saat kondisi darurat,” ujarnya.
Gubernur menjelaskan bahwa BTS yang dibangun melalui kolaborasi dengan PT Telkomsel tersebut telah menunjukkan hasil positif.
Berdasarkan data sementara, sekitar 1.000 pengguna memanfaatkan jaringan dari BTS tersebut setiap harinya dengan kualitas sinyal yang kuat dan jangkauan layanan hingga radius lima kilometer.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, kami mengucapkan terima kasih kepada Telkomsel. Kehadiran BTS ini tidak hanya memperkuat layanan komunikasi, tetapi juga memberi dampak sosial yang besar bagi masyarakat,” tutur Gubernur.
Dia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama – sama menjaga keberadaan fasilitas BTS yang berada di kawasan Taman Raya Bung Hatta tersebut.
Gubernur menekankan pentingnya dukungan dari Pemerintah Kota Padang, kepolisian dan pemangku kepentingan lainnya dalam melakukan pengawasan agar layanan BTS tersebut dapat dinikmati masyarakat secara optimal, serta berkelanjutan.
“Ini adalah fasilitas penting bagi keselamatan masyarakat. Mari kita jaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten Manajer Telkomsel Rosady menyampaikan bahwa BTS Sitinjau Lauik tersebut telah resmi beroperasi (on-air) sejak 18 Maret 2026, menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Dia menyebutkan, kehadiran BTS tersebut merupakan hasil sinergi nyata antara Telkomsel dan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat.
“Berdasarkan pemantauan kami, terdapat sekitar 1.000 pengguna yang terlayani setiap hari di kawasan ini. Hal ini menunjukkan tingginya mobilitas dan pentingnya dukungan jaringan telekomunikasi yang andal di Sitinjau Lauik,” ungkap Rosady.
Dia menegaskan bahwa Telkomsel berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan komunikasi yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga berkontribusi terhadap aspek keselamatan dan kenyamanan masyarakat, khususnya di jalur-jalur strategis.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatra Barat, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatra Barat, serta perwakilan manajemen PT Telkomsel. I





