Penanganan Kebakaran TPA Putri Cempo Dioptimalkan hingga Api Blok C dan D Terkendali

Upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, Kota Surakarta, Jawa Tengah (Jateng) terus menunjukkan perkembangan positif.

Hingga Senin (7/9) malam, area terbakar secara umum telah berkurang, dengan Blok C dan Blok D telah dinyatakan aman.

Sementara itu, Blok B masih dalam penanganan karena masih terdapat area yang terbakar, sehingga operasi pemadaman terus difokuskan pada lokasi tersebut.

Tim gabungan menargetkan pemadaman Blok B dapat dituntaskan dalam waktu tujuh hari ke depan, dengan pelaksanaan operasi disesuaikan perkembangan kondisi di lapangan.

Penanganan diprioritaskan pada area Blok B di sekitar jalur Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang masih terdapat titik api.

Pemadaman dioptimalkan melalui jalur darat menggunakan metode injeksi dan penyemprotan air untuk menjangkau area yang masih terbakar.

Ketersediaan air untuk mendukung operasi juga terus dipastikan, antara lain dengan mengoptimalkan hydrant di fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dan menambah tandon air.

Strategi tersebut dilakukan untuk menjaga kesinambungan suplai air selama proses pemadaman berlangsung.

Upaya penanganan melibatkan unsur pemadam kebakaran dari wilayah Solo Raya, Semarang dan Cilacap, serta diperkuat personel TNI, Polri dan relawan.

Dukungan lintas wilayah tersebut dilakukan untuk mengatasi keterbatasan personel, sekaligus memperkuat operasi pemadaman di lapangan.

Salah satu kendala yang masih dihadapi adalah kondisi sejumlah selang pemadam yang mengalami kerusakan dan kebocoran.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendukung penanganan pada masa darurat melalui penyediaan sarana, prasarana dan peralatan yang diperlukan di lapangan.

Selain itu, BNPB bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga mulai mempersiapkan opsi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai bagian dari upaya penanganan.

Pelaksanaan OMC akan menyesuaikan dengan ketersediaan awan yang memenuhi persyaratan operasional.

Baca Juga:  Pemkot Bekasi Ajak Masyarakat Tekan Angka Kanker Serviks Sejak Dini

Seiring dengan berlanjutnya proses pemadaman, kondisi asap juga dilaporkan semakin berkurang.

Namun, dampak asap masih dirasakan di sebagian wilayah Kabupaten Karanganyar, khususnya Dusun Sulurejo RT 05 hingga RT 10, Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo.

Sebanyak 105 jiwa warga terdampak saat ini berada di lokasi pengungsian di GOR UTP Desa Plesungan.

Penanganan dampak asap dilakukan secara paralel dengan operasi pemadaman untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Pemerintah dan tim gabungan terus mengoptimalkan operasi hingga Blok B yang masih terbakar dapat dipadamkan secara menyeluruh sesuai target penanganan.

Pemenuhan kebutuhan personel, air, sarana pemadaman dan peralatan pendukung terus dikoordinasikan untuk mempercepat proses tersebut.

Dukungan yang masih dibutuhkan antara lain selang pemadam berbahan rubber, sarung tangan, pipa injeksi, nozzle, masker medis dan masker full face, obat – obatan, vitamin, serta tetes mata.

Dukungan tiga unit alat berat juga diperlukan untuk memperkuat penanganan di area TPA.

BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait akan terus memantau perkembangan kebakaran, khususnya proses pemadaman di Blok B, serta dampak asap terhadap masyarakat.

Masyarakat di sekitar lokasi terdampak diimbau tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah dan petugas di lapangan, serta menggunakan perlindungan pernapasan apabila kualitas udara di lingkungan sekitar menurun akibat paparan asap. I

 

Kirim Komentar