Pengoperasian HF Radar BMKG Perkuat Mitigasi Bencana dan Keselamatan Nelayan Sumbar

Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) menyambut pengoperasian High Frequency (HF) Radar Array oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai langkah strategis memperkuat mitigasi bencana, sekaligus meningkatkan keselamatan masyarakat pesisir di Pantai Barat Sumatra.

Peresmian teknologi pemantauan laut tersebut dilakukan di Pantai Lohong, Kota Pariaman, belum lama ini.

Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, keberadaan HF Radar menjadi penguatan penting bagi sistem pemantauan laut di Sumbar yang berada di kawasan rawan gempa dan tsunami.

Menurutnya, teknologi tersebut akan membantu pemerintah memperoleh informasi kondisi laut secara lebih cepat, sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan sedini mungkin.

“Sumatra Barat berada pada posisi yang sangat strategis dalam sistem pemantauan laut nasional. Ketika terjadi pergerakan yang berpotensi membahayakan di laut, HF Radar dapat mendeteksi lebih awal sehingga informasi bisa segera diteruskan untuk mendukung langkah mitigasi dan melindungi masyarakat,” ujarnya.

Selain memperkuat kesiapsiagaan bencana, Mahyeldi menilai teknologi tersebut juga memberi manfaat bagi sektor kelautan dan perikanan.

Data arus laut yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk membantu nelayan menentukan daerah penangkapan ikan secara lebih efektif, sehingga berdampak terhadap peningkatan produktivitas, sekaligus keselamatan.

“Teknologi ini bukan hanya mendukung mitigasi bencana, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan, keamanan wilayah pesisir dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para nelayan yang menggantungkan hidupnya dari laut,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, HF Radar Array merupakan teknologi pemantauan laut yang mampu mengamati arus laut, gelombang, dan arah angin secara realtime dalam jangkauan hingga sekitar 80 kilometer.

Data tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem peringatan dini tsunami, sekaligus mendukung keselamatan aktivitas pelayaran dan perikanan.

Dia menyebutkan, Sumatra Barat menjadi salah satu wilayah prioritas karena berada di Pesisir Barat Pulau Sumatra yang langsung berhadapan dengan Samudera Hindia.

Untuk mengoptimalkan cakupan pemantauan, BMKG menempatkan dua unit HF Radar di Masjid Al-Hakim, Kota Padang dan Taman Anas Malik, Kota Pariaman, yang saling terintegrasi dalam satu sistem.

Selain membangun infrastruktur, BMKG juga terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui berbagai program edukasi, seperti Sekolah Lapang Iklim, Sekolah Lapang Cuaca Nelayan dan Sekolah Lapang Gempa Bumi, serta Tsunami.

Di Sumbar, BMKG juga tengah mendorong lima kawasan pesisir menjadi Tsunami Ready Community, sebagai bagian dari standar kesiapsiagaan tsunami internasasional.

Pengoperasian HF Radar tersebut semakin memperkuat sistem pemantauan kebencanaan di Sumatra Barat yang sebelumnya telah didukung radar cuaca di Bandara Internasional Minangkabau dan radar maritim di Teluk Bayur.

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan semakin memperkuat perlindungan masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan sektor kemaritiman yang lebih aman, serta berkelanjutan. I

 

Kirim Komentar