Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) melaporkan adanya sejumlah kejadian bencana di berbagai daerah hingga Jumat (29/8).
Salah satu kejadian yang dilaporkan terjadi di Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatra Barat. Hujan lebat yang disertai angin kencang melanda wilayah tersebut.
Pada Rabu, (27/8) sekitar pukul 18.00 WIB. Peristiwa terjadi di Kecamatan Harau, tepatnya di Nagari Sarilamak dan mengakibatkan sejumlah kerugian material serta dampak bagi warga setempat.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, terdapat lima kepala keluarga yang terdampak langsung dari kejadian ini.
Kerugian material yang tercatat antara lain berupa kerusakan pada lima unit rumah, dengan rincian dua unit rumah rusak ringan, dua unit rumah rusak sedang dan satu unit rumah rusak berat. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini.
Sebagai langkah cepat tanggap, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lima Puluh Kota segera berkoordinasi dengan pemerintahan setempat untuk melakukan asesmen lapangan.
Upaya pembersihan material terdampak, khususnya pohon tumbang yang menimpa rumah warga, telah dilakukan pada Kamis, (28/8).
Saat ini, kondisi di lokasi sudah berangsur pulih, tetapi pemerintah daerah tetap mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi di wilayah Sumatra Barat.
Sementara itu, di wilayah Sumatera Utara, cuaca ekstrem juga dilaporkan melanda Kabupaten Serdang Bedagai. Rabu, (27/8) pukul 18.00 WIB, hujan deras yang disertai angin kencang melanda Kecamatan Bintang Bayu.
Bencana tersebut berdampak pada lima desa, yaitu Huta Durian, Bintang Bayu, Marihat Dolok, Bandar Pinang Kebun, dan Pegajahan Kahan.
Berdasarkan data, sebanyak 113 Kepala Keluarga (KK) dilaporkan terdampak akibat peristiwa ini.
Kerugian material tercatat berupa 113 unit rumah mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.
Meskipun demikian, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sebagai langkah cepat, BPBD Kabupaten Serdang Bedagai bersama pemerintah setempat telah melakukan koordinasi dan asesmen di lapangan untuk memetakan kebutuhan penanganan lebih lanjut.
Upaya penanganan dilaksanakan oleh pemerintah setempat guna membantu warga yang terdampak.
Situasi terkini menunjukkan bahwa proses penanganan masih terus dilakukan, sementara masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi di wilayah Sumatra Utara.
Di sisi lain, intensitas hujan tinggi juga memicu terjadinya banjir di wilayah Maluku Utara. Rabu, (27/8) pukul 14.00 WIT, banjir melanda Kabupaten Halmahera Selatan, tepatnya di Kecamatan Bacan Timur Tengah, Desa Bibinoi, dan berdampak cukup luas terhadap masyarakat setempat.
Hingga saat ini, tercatat sekitar 150 kepala keluarga terdampak dengan jumlah rumah yang terendam mencapai 150 unit. Tinggi muka air dilaporkan berada pada kisaran 30 cm hingga 60 cm, yang mengganggu aktivitas warga. Meski begitu, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini.
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Halmahera Selatan segera melakukan peninjauan ke lokasi terdampak dan melanjutkan dengan pendistribusian logistik untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat.
Perkembangan terkini, banjir telah surut dan kondisi berangsur pulih, tetapi pemerintah daerah tetap mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas tinggi yang masih dapat terjadi di wilayah Maluku Utara.
Selain itu, bencana hidrometeorologi juga dilaporkan terjadi di wilayah Sumatera Barat lainnya. Rabu, (27/8) pukul 17.30 WIB, hujan deras disertai angin kencang melanda Kabupaten Tanah Datar, tepatnya di Kecamatan Lintau Buo Utara, Nagari Tapi Selo, dan mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah warga.
Tercatat sebanyak 16 KK terdampak dengan total 16 unit rumah mengalami kerusakan. Tidak terdapat laporan korban jiwa, namun peristiwa ini menimbulkan kerugian material yang cukup signifikan bagi masyarakat setempat.
Sebagai langkah penanganan, BPBD Kabupaten Tanah Datar segera melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait serta melaksanakan asesmen di lapangan.
Penanganan ini melibatkan berbagai unsur di antaranya BPBD Kabupaten Tanah Datar, Polri, PLN, perangkat nagari, satgas nagari, Dinas Sosial, Dinas Perkim-LH, dan dukungan dari masyarakat.
Hingga Kamis, (28/8), rumah – rumah terdampak masih dalam tahap penanganan oleh BPBD Kabupaten Tanah Datar bersama unsur terkait. Pemerintah daerah terus berupaya memberikan dukungan dan memastikan kebutuhan warga terdampak dapat segera tertangani.
Sementara itu, di Provinsi Lampung, hujan dengan intensitas tinggi juga mengakibatkan banjir di Kabupaten Tanggamus.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu, (28/8) pukul 04.00 WIB dan meluas di lima kecamatan dengan sebaran 12 desa, meliputi Desa Gunung Doh, Banding, Atar Lebar di Kecamatan Bandar Negeri Semuong.
Pada Kecamatan Wonosobo meliputi Desa Sopyono, Lakaran, Banyu Urip, Padang Ratu, dan Padang Manis. Kecamatan Kota Agung Barat meliputi Desa Negara Batin, Bandar Kejadian, dan Belu. Kecamatan Limau di Desa Tegineneng, dan Kecamatan Semaka.
Hingga saat ini, tercatat 75 kepala keluarga terdampak dengan jumlah rumah terdampak sebanyak 75 unit.
Terdapat laporan kerusakan infrastruktur berupa tiga tanggul yang jebol akibat derasnya arus banjir. Pendataan lebih lanjut masih terus dilakukan oleh tim di lapangan.
BPBD Kabupaten Tanggamus telah melakukan asesmen cepat serta berkoordinasi dengan aparat setempat.
Selain itu, BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan yang dapat dipicu hujan berintensitas tinggi dan luapan sungai.
Perkembangan terakhir, kondisi masih dalam proses pendataan dan pemetaan dampak.
Pemerintah daerah terus berupaya memberikan penanganan serta langkah antisipasi untuk meminimalisir risiko bencana susulan.
BNPB mengimbau seluruh masyarakat di wilayah rawan bencana untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, khususnya menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.
Selain itu, BNPB juga mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat kesiapsiagaan, memastikan jalur evakuasi, serta menyiapkan dukungan logistik demi melindungi keselamatan warga. I