Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air pada 13 Mei 2026

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah bencana terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Laporan kejadian bencana yang dihimpun hingga Rabu (13/5) pukul 07.00 WIB adalah sebagai berikut.

Kejadian pertama dilaporkan berupa banjir di Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Senin (11/5).

Bencana ini berdampak pada delapan desa, yaitu Desa Sama Subur dan Desa Tondowatu di Kecamatan Motui, Desa Puuwonua, Desa Labungga dan Desa Laronanga di Kecamatan Andowia, UPT Trans Hilau di Kecamatan Oheo, Desa Polora Indah di Kecamatan Langgikima, serta Desa Tambakua di Kecamatan Landawe.

Sebanyak 692 warga dilaporkan terdampak akibat kejadian ini.

Selain itu, banjir juga berdampak pada 148 unit rumah, 2 fasilitas pendidikan, 2 unit jembatan, dan 4 titik akses jalan.

Dari sektor pertanian, tercatat sekitar 19 hektare lahan persawahan warga turut terdampak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe Utara segera meninjau lokasi terdampak untuk menyalurkan bantuan logistik dan mengaktifkan posko lapangan.

Kondisi terkini, Selasa (12/5), banjir dilaporkan mulai berangsur surut.

Namun, Desa Tambakua masih sulit diakses. Untuk mempercepat penanganan, BPBD bersama tim gabungan mengoperasikan empat unit rakit penyeberangan guna mendukung mobilitas warga dan distribusi logistik.

Beralih ke Jawa Tengah, fenomena pergerakan tanah terjadi di Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap pada Senin (11/5).

Hujan dengan intensitas tinggi berdurasi lama serta minimnya saluran drainase memicu melemahnya struktur tanah hingga menyebabkan pergerakan tanah.

Dilaporkan terdapat enam unit rumah terdampak, dengan rincian tiga unit rusak ringan, dua unit rusak sedang dan satu unit rusak berat.

Selain itu, empat titik jalan desa dengan total panjang sekitar 145 meter turut terdampak.

BPBD Kabupaten Cilacap bersama tim gabungan dan masyarakat melaksanakan kerja bakti pengurukan jalan desa yang amblas agar dapat kembali dilalui kendaraan.

Baca Juga:  Sinergi Menhub dengan Wagub Maluku Utara untuk Angkutan Lebaran

Upaya ini dilakukan untuk memudahkan warga memindahkan barang dan perabotan dari rumah yang sudah tidak layak huni.

Selanjutnya, tanah longsor terjadi di Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, pada Senin (11/5).

Lokasi terdampak meliputi Desa Bunter dan Desa Margaharja di Kecamatan Sukadana, Desa Sukasetia dan Desa Sukamaju di Kecamatan Cihaurbeuti, Desa Kaso di Kecamatan Tambaksari; Desa Sukahurip di Kecamatan Cisaga, serta Desa Budiasih di Kecamatan Sindangkasih.

Akibat kejadian ini, tercatat 10 unit rumah mengalami kerusakan, terdiri dari 7 unit rusak ringan dan 3 unit rusak berat.

Selain itu, kerusakan juga berdampak pada 1 unit balai desa, 1 unit balai kebun, satu saluran irigasi, dan lima ruas jalan penghubung kecamatan.

BPBD Kabupaten Ciamis bersama perangkat desa dan masyarakat melakukan pembersihan material longsor secara gotong royong di lokasi terdampak.

Menyikapi rangkaian bencana yang terjadi, BNPB mengimbau pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan dan upaya mitigasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah.

Sementara itu, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai diminta untuk rutin memantau tinggi muka air dan memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi.

Dalam kondisi hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung lama, warga diminta segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang aman dan memahami jalur evakuasi di wilayah masing – masing. I

Kirim Komentar