Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air pada 18 September 2026

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan kejadian dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia pada periode Kamis (17/9) hingga Jumat (18/9).

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mendominasi kejadian bencana yang dilaporkan.

Kebakaran hutan dan lahan melanda Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan pada Kamis (17/9) pukul 13.08 Wita.

Lahan seluas dua hektare di Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, terbakar.

Penyebab kejadian masih dalam penyelidikan. Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan segera berkoordinasi lintas instansi dan melakukan pemadaman di lokasi terdampak.

Berdasarkan laporan pada Kamis (17/9) pukul 15.40 Wita, api berhasil dipadamkan seluruhnya dan dilakukan upaya pendinginan di wilayah terdampak.

Selanjutnya, karhutla terjadi di Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, pada Kamis (17/9) pukul 11.20 Wita.

Lahan yang terbakar seluas 40 hektare berada di Desa Padang Timur dan Desa Lagi Agi, Kecamatan Campalagian, serta Desa Lambana, Kecamatan Balanipa.

Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Polewali Mandar segera berkoordinasi lintas instansi dan melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas dan berdampak pada masyarakat.

Berdasarkan laporan pada Kamis (17/9), penanganan terhadap area terbakar seluas 25 hektare telah selesai, sedangkan area seluas 15 hektare masih dalam proses pemadaman oleh tim gabungan.

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis (17/9) pukul 10.30 WIB. Lahan seluas dua hektare di Desa Blimbing, Kecamatan Jatinom, terbakar.

Kejadian tersebut diduga dipicu oleh pembakaran sampah yang tidak terkendali, sehingga api merambat ke area yang terdapat banyak daun kering dan rumpun bambu.

BPBD Kabupaten Klaten bersama tim gabungan segera melakukan penanganan darurat dengan memadamkan area yang terbakar untuk mencegah api meluas.

Baca Juga:  UPT BNPB Beroperasi Dukung Manajemen Logistik Bencana Sumbar

Berdasarkan laporan pada hari yang sama, api berhasil dipadamkan di wilayah terdampak.

Sementara itu, tanah longsor terjadi di Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatra Utara pada Kamis (17/9) pukul 15.45 WIB.

Peristiwa tersebut menyebabkan tiga warga yang sedang melakukan aktivitas penambangan menggunakan mesin robin di dekat tebing Sungai Batang Gadis tertimbun material longsor dan meninggal dunia.

BPBD Kabupaten Mandailing Natal melakukan asesmen, berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa setempat, serta melakukan evakuasi terhadap korban yang tertimbun material longsor.

Kondisi terkini pada Jumat (18/9), seluruh korban yang tertimbun material longsor di lokasi berhasil dievakuasi dan selanjutnya dibawa ke rumah duka.

BNPB mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla, kekeringan, tanah longsor dan bencana hidrometeorologi lainnya.

Masyarakat perlu memantau informasi resmi dari BNPB, BPBD, BMKG dan pemerintah daerah serta segera menghubungi aparat setempat apabila menemukan potensi bahaya maupun kejadian bencana. I

 

 

Kirim Komentar