Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan situasi dan penanganan bencana di wilayah Indonesia pada periode Jumat (22/5), pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (23/5), pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan data yang dihimpun, satu kejadian terkini kebakaran hutan dan lahan tercatat pada kurun waktu tersebut.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis (21/5).
Peristiwa yang berlangsung pukul 14.00 waktu setempat atau WITA telah berhasl dipadamkan petugas gabungan pada Jumat (22/5).
Lokasi terdampak berada di Desa Sambaliung, Kecamatan Sambaliung. Karhutla ini mengakibatkan satu hektare lahan terbakar.
Tidak ada laporan korban jiwa yang dilaporkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Sementara itu, perkembangan terkini bencana banjir yang terjadi Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat, pada Jumat (22/5), banjir telah surut di tiga desa terdampak.
Ketiga desa yang berada di Kecamatan Tobadak itu, yaitu Desa Lara, Desa Tasokko dan Desa Batu Parigi.
Satu desa lain yang juga berada di kecamatan tersebut, Desa Saloadak, tinggi muka air berangsur surut.
Pascabanjir, warga masyarakat bergotong royong membersihkan pohon dan ranting – rantingnya yang tumbang.
Banjir di Mamuju Tengah ini terjadi pada Rabu (20/5), pukul 12.20 Wita, setelah hujan lebat mengguyur beberapa wilayah kabupaten.
Data hingga kini, Sabtu (23/5), banjir berdampak pada 9 Kepala Keluarga (KK) atau 30 jiwa dan satu keluarga mengungsi sementara waktu.
Selain pemukiman, banjir mengakibatkan satu jembatan rusak ringan dan empat titik jalan penghubung rusak berat.
Berikutnya banjir di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, dilaporkan telah surut pada Jumat (22/5).
Sebelumnya, kejadian ini menerjang sembilan desa di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Deleng Pokhkisen, Bambel dan Lawe Bulan.
Saat banjir berlangsung, personel BPBD Aceh Tenggara segera melakukan upaya darurat di antaranya menyiagakan personel dan peralatan darurat, serta berkoordinasi dengan aparat desa terdampak.
Banjir Aceh Tenggara berdampak pada 73 keluarga atau 1.068 jiwa. Selain korban jiwa, banjir mengakibatkan tiga rumah mengalami rusak ringan, sedangkan 270 lainnya terdampak. Tidak ada laporan adanya korban jiwa akibat peristiwa ini.
Dengan adanya bencana hidrometeorologi basah hingga pekan keempat Mei 2026 dan peristiwa karhutla, BNPB mengimbau semua pihak untuk tetap waspada dan siaga.
Selain ancaman bahaya karena faktor hidrometeorologi, masyarakat tetap mewaspadai ancaman bahaya geologi seperti gempa bumi dan erupsi gunung api.
Berbagai langkah pengurangan risiko bencana dapat dilakukan dan dimulai dari lingkup keluarga, seperti penyiapan tas siaga bencana dan penyusunan rencana kedarurat keluarga. I



