Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air pada 5 Februari 2026

Memasuki awal Februari 2026, Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia.

Laporan peristiwa yang berhasil dihimpun sejak Rabu (4/2) hingga Kamis (5/2), pukul 07.00 WIB.

Bencana tanah longsor terjadi di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Kamis (29/1), sekitar pukul 10.00 WIB.

Lokasi terdampak berada di Desa Erbaun, Kecamatan Amarasi Barat. Kejadian tersebut dipicu hujan berintensitas tinggi di wilayah setempat. Akibat insiden ini, sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK) terdampak dan mengungsi.

Dari sisi kerusakan, tercatat 4 unit rumah rusak berat, 8 unit rumah rusak sedang, dan 8 unit rumah rusak ringan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih melakukan asesmen dan penanganan darurat hingga Rabu (4/2).

Beralih ke Provinsi Lampung, banjir merendam 14 desa/kelurahan di Kabupaten Lampung Utara pada Minggu (1/2) pukul 17.40 waktu setempat.

Banjir dipicu hujan berintensitas tinggi yang menyebabkan Sungai Way Rarem meluap dan merendam permukiman warga.

Sebanyak 443 unit rumah dilaporkan terendam dengan rincian 213 unit rumah di Kecamatan Kotabumi Selatan, 208 unit rumah di Kecamatan Kotabumi dan 22 unit rumah di Kecamatan Abung Timur. Ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 50 sentimeter.

Sementara itu, proses pencarian korban tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat memasuki hari ke-12. Hingga Rabu (4/2), korban jiwa yang telah berhasil teridentifikasi berjumlah 68 orang.

Sementara itu, sebanyak 21 bodypack berisi jenazah korban masih dalam proses identifikasi.

Proses pencarian terus dioptimalkan oleh Tim Basarnas, salah satunya melalui pengerahan alat berat.

Selain upaya pencarian korban jiwa, pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak yang mengungsi juga terus dipastikan berjalan.

Baca Juga:  Ini Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana pada 14 Juli 2025

BPBD Provinsi Jawa Barat melaporkan bahwa pengungsi yang rumahnya berada di luar zona merah dan zona kuning mulai kembali ke rumah masing – masing.

Secara paralel, proses rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak juga mulai dilakukan.

Pendataan rumah yang terdampak longsor saat ini memasuki tahap verifikasi oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bandung Barat, BPBD Kabupaten Bandung Barat, serta BPBD Provinsi Jawa Barat.

Menyikapi potensi ancaman bahaya hidrometeorologi yang masih dapat terjadi pada awal Februari 2026, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siaga.

Sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir.

BPBD di daerah diharapkan dapat menyampaikan peringatan dini kepada masyarakat dan melakukan langkah evakuasi ke tempat aman apabila diperlukan guna menghindari risiko banjir, banjir bandang maupun tanah longsor. I

 

Kirim Komentar