Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air per 13 Juli 2026

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia, dalam periode Minggu (12/7) hingga Senin (13/7) pukul 07.00 WIB.

Selama periode tersebut, kejadian bencana yang dipicu oleh faktor cuaca hingga fenomena geologi menjadi perhatian sejumlah daerah.

Adapun kejadian pertama yang dilaporkan adalah tanah longsor di wilayah Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan.

Laporan diterima petugas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar pada Sabtu (11/7) pukul 17.32 Wita.

Kejadian terjadi di Desa Tambak Anyar Ilir, Kecamatan Martapura Timur. Sedikitnya 20 jiwa dan 5 unit rumah terdampak.

BPBD bersama tim gabungan segera melakukan penanganan dilokasi terdampak dan mengidentifikasi kebutuhan untuk penanganan lebih lanjut.

Beralih ke kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), peristiwa ini terjadi di Kota Lhoksumawe, Provinsi Aceh pada Sabtu (11/7). Titik api terpantau sekitar pukul 21.00 WIB di Gampong Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu.

Diperkirakan luas lahan terbakar mencapai satu hektare. BPBD Kota Lhoksumawe mengerahkan tiga unit armada pemadam kebakaran ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Api berhasil dipadamkan pada Minggu (12/7) sekitar pukul 22.00 WIB.

Masih di Provinsi Aceh, karhutla juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Aceh Tengah pada Minggu (12/7) pukul 14.30 WIB. Kebakaran terjadi di Gampong Mengaya, Kecamatan Bintang.

Dilaporkan luas lahan terbakar mencapai 1,5 hektare. Pengerahan mobil pemadam kebakaran dilakukan dari Posko Kecamatan Bintang dibantu BPBD bersama TNI-Polri. Kondisi terkini per Minggu (12/7) api dilaporkan sudah padam.

Kejadian karhutla berikutnya terjadi di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Lokasi terdampak berada di Desa Ciherang, Kecamatan Nagreg.

Luas wilayah yang terbakar mencapai tiga hektare. BPBD bersama tim gabungan terus berupaya melakukan pemadaman dan koordinasi lanjutan guna mempercepat upaya penanganan darurat. Kondisi terkini per Minggu (12/7) api berhasil dipadamkan.

Selanjutnya, fenomena gempa bumi dilaporkan terjadi di Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah pada Minggu (12/7) pukul 20.46 WIB.

Gempa dengan magnitudo 5.4 berpusat dilaut dengan kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.

Guncangan gempa bumi yang dirasakan cukup kuat menyebabkan satu korban meninggal dunia.

Diketahui korban merupakan pasien RSUD Mokoyurli yang mengalami shock akibat terjadi gempa. Kondisi terkini per Senin (13/7) pukul 06.10 WIB situasi saat ini terpantau aman dan kondusif, sebagian masyarakat telah kembali ke rumah masing – masing.

Menyikapi bahaya hidrometeorologi kering, khususnya kekeringan, BNPB mengimbau warga untuk tetap bijak dalam pemanfaatan air.

Pendistribusian air dengan mobil tangki merupakan penanganan jangka pendek. Apabila masih terjadi peluang hujan, masyarakat dapat memanen air hujan sebagai cadangan air.

Ancaman karhutla, BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga.

Pencegah dini merupakan langkah efektif untuk menghindari meluasnya area lahan yang terbakar.

Oleh karena itu, partisipasi aktif warga untuk menjaga hutan dan melakukan patroli bersama aparat desa menjadi faktor penting dalam pengendalian dan penanganan karhutla di Indonesia. I

Kirim Komentar