Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan bencana pada periode Minggu hingga Senin, 4 – 5 Oktober 2026.
Dalam kurun waktu tersebut, BNPB menerima dua laporan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Laporan karhutla pertama terjadi di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Minggu (4/10) sekitar pukul 12.05 WIB. Kebakaran terjadi di Desa Beluluk dan Desa Mangkol, Kecamatan Pangkalan Baru, dengan luas lahan terbakar mencapai 1,5 hektare.
Petugas gabungan yang terdiri atas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) beberapa kabupaten dan dinas pemadam kebakaran setempat berhasil memadamkan karhutla pada hari yang sama, Minggu (4/10). Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Wilayah lainnya di Jawa Tengah, karhutla terjadi pada Minggu (4/10) di Kabupaten Kebumen, tepatnya di Desa Bejiruyung, Kecamatan Sempor.
Luas lahan terbakar mencapai 1 hektare dan tidak ada laporan korban jiwa. Api telah berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan.
Selain penanganan karhutla, BNPB juga masih memantau penanganan pascagempa bumi Magnitudo (M)6,1 yang terjadi di Kabupaten Sumba Barat Daya. Gempa bumi yang terjadi pada Minggu (4/10) mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan.
Berdasarkan data BNPB pada Senin (5/10) pukul 00.15 WIB, total rumah rusak mencapai 95 unit, dengan rincian 1 unit rusak berat, 12 unit rusak sedang, dan 82 unit rusak ringan. Seluruh rumah rusak tersebut teridentifikasi di Kabupaten Sumba Barat Daya.
Kerusakan juga tercatat pada sejumlah fasilitas umum di Kabupaten Sumba Barat Daya.
Fasilitas yang mengalami rusak ringan meliputi tempat ibadah sebanyak 5 unit, fasilitas pendidikan 3 unit, fasilitas kesehatan 6 unit, dan rumah dinas 3 unit. Sementara itu, satu fasilitas pendidikan mengalami rusak sedang.
Di Kabupaten Sumba Barat, terdapat 3 rumah dinas dan 2 bangunan koperasi yang mengalami rusak ringan.
Data dampak tersebut masih terus dimutakhirkan oleh BPBD di kedua kabupaten.
Kondisi di wilayah terdampak secara umum terpantau. Merespons kondisi darurat, pemerintah daerah Sumba Barat Daya telah mengaktifkan pos komando.
Menyikapi kejadian bencana tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga.
Semua pihak diharapkan bekerja sama dalam mengoptimalkan pengawasan dan pencegahan karhutla.
Sementara dalam menghadapi bahaya gempa bumi, masyarakat agar selalu waspada karena waktu dan lokasi kejadian gempa bumi tidak dapat diprediksi.
BNPB meminta warga di wilayah yang diguncang gempa untuk memeriksa kondisi rumah sebelum kembali memasukinya. I
