Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemutakhiran data kejadian bencana dan upaya penanganan darurat oleh pemerintah daerah pada periode Jumat (24/4) hingga Sabtu (25/4), pukul 07.00 WIB.
Hasil pencatatan antara lain dua peristiwa bencana hidrometeorologi basah yang terjadi di Tapanuli Utara dan Talakar.
Peristiwa banjir yang melanda tiga desa di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara pada Rabu (22/4), telah surut.
Situasi dan kondisi berangsur normal, menurut laporan perkembangan penanganan pada Jumat (24/4), pukul 17.00 WIB.
Sebelumnya, peristiwa yang terjadi setelah hujan deras dan memicu banjir bandang ini melanda Desa Simangumban Julu, Aek Nabara dan Dolok Sanggul, di Kecamatan Simangumban.
Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dinas terkait lain dan warga setempat telah melakukan pembersihan lumpur.
Selain itu, alat berat juga dikerahkan untuk pembukaan akses jalan nasional Tarutung – Sipirok yang sempat tertutup material longsor.
Atas peristiwa tersebut, sebanyak 200 Kepala Keluarga (KK) rumahnya terdampak. Dari jumlah rumah terdampak, sedikitnya 18 unit rumah mengalami rusak berat, empat rumah dan satu jembatan hanyut.
Sementara itu, situasi terkini pascabencana angin kencang di wilayah Kelurahan Sabintang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Rabu (22/4), telah kondusif menurut laporan BPBD setempat pada Jumat (24/4).
Data dampak terakhir yang tercatat menyebutkan 11 unit rumah warga rusak ringan dan dua lainnya rusak sedang.
Tidak ada laporan adanya korban jiwa. Warga yang rumahnya terdampak telah melakukan pembersihan dan perbaikan darurat.
Menyikapi potensi bahaya hidrometeorologi, seperti angin kencang, banjir dan tanah longsor, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada.
Peringatan dini cuaca ekstrem masih akan berpotensi terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat untuk sebagian besar wilayah Indonesia.
Ini berpotensi terjadi pada hari ini, Sabtu (25/4) hingga lusa (27/4).
BNPB mengimbau setiap keluarga untuk melakukan rencana kesiapsiagaan keluarga dan manfaatkan satu hari, tepatnya 26 April 2026, untuk melakukan latihan kebencanaan bersama anggota keluarga.
Beberapa langkah maupun latihan dapat dilakukan, misalnya pemangkasan ranting pohon sekitar rumah yang berpotensi roboh, gotong – royong warga untuk membersihan saluran air, latihan evakuasi mandiri hingga penyiapan tas siaga bencana apabila harus mengungsi sementara waktu. I






