Di tengah tantangan keselamatan transportasi laut dan dinamika industri penerbangan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) transportasi dengan melantik 471 perwira transportasi di kampus Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Barombong, Sulawesi Selatan pada Sabtu (29/8/2026).
Para lulusan Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Barombong dan Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Makassar tersebut disiapkan untuk memperkuat keselamatan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjawab kebutuhan industri transportasi.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Suharto menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar akhir dari proses pendidikan, tetapi menjadi awal tanggung jawab para perwira dalam menerapkan kompetensi dan menjaga kepercayaan masyarakat.
“Penguatan kompetensi SDM transportasi menjadi semakin penting karena keselamatan merupakan fondasi utama penyelenggaraan transportasi. Kompetensi harus menjadi kekuatan, integritas menjadi landasan, disiplin menjadi kebiasaan dan keselamatan menjadi budaya,” ujarnya saat memimpin pelantikan.
Kebutuhan terhadap SDM transportasi yang kompeten semakin penting melihat tantangan keselamatan di lapangan.
Berdasarkan data Basarnas, sepanjang Januari hingga 15 Agustus 2026 telah dilaksanakan 601 operasi SAR terkait kecelakaan kapal yang berdampak pada 3.607 orang.
“Sementara itu, sektor penerbangan juga menghadapi dinamika industri. Data Indonesia National Air Carriers Association (INACA) mencatat jumlah penumpang angkutan udara domestik pada tahun 2025 turun 5,82% dibandingkan tahun sebelumnya,” jelasnya.
Menurut Suharto, penurunan juga tercatat pada periode Januari – Mei 2026 sebesar 1,63% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dia menjelaskan bahwa kondisi tersebut menunjukkan bahwa SDM transportasi harus memiliki kemampuan yang lebih dari sekadar kompetensi teknis.
“SDM transportasi harus mampu beradaptasi terhadap perubahan, memahami tantangan industri dan menghadirkan inovasi dan solusi,” katanya.
Keberhasilan pendidikan transportasi pada akhirnya terlihat dari seberapa besar mampu meningkatkan keselamatan, meningkatkan kualitas pelayanan, memberikan solusi terhadap persoalan transportasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
Dalam laporan pendidikan bersama, Direktur Poltekpel Barombong Capt. Sidrotul Muntaha dan Direktur Poltekbang Makassar Sukarwoto menyampaikan bahwa 471 perwira yang dilantik berasal dari berbagai program pendidikan dan peningkatan kompetensi.
Sebanyak 135 taruna merupakan lulusan Program Pembentukan Diploma III, terdiri atas Studi Nautika sebanyak 27 taruna, Permesinan Kapal 41 taruna, Manajemen Transportasi Laut 19 taruna, Studi Teknologi Bandar Udara 34 taruna, dan Studi Teknologi Pemeliharaan Pesawat Udara 14 taruna.
Selanjutnya, 179 taruna berasal dari Program Pembentukan Non-Diploma, yang terdiri atas DP III Nautika Pembentukan 33 taruna, DP III Teknika Pembentukan 39 taruna, DP IV Nautika Pembentukan 70 taruna, dan DP IV Teknika Pembentukan 37 taruna.
Selain itu, sebanyak 157 perwira siswa mengikuti Program Peningkatan Kompetensi Pelaut pada jenjang Diklat Pelaut (DP) Tingkat II, III, IV, dan V untuk bidang Nautika, serta Teknika.
“Para lulusan diharapkan mampu menerapkan kompetensi yang telah diperoleh selama pendidikan dengan menjunjung tinggi profesionalisme, disiplin dan keselamatan dalam menjalankan tugas,” ungkap Direktur Poltekpel Barombong.
Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan transportasi tersebut dilaksanakan dengan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan, antara lain Undang – Undang Nomor 66 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang – Undang Pelayaran dan Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.
Melalui penguatan pendidikan dan peningkatan kompetensi tersebut, BPSDMP terus mendorong terwujudnya SDM transportasi yang profesional, adaptif, berintegritas dan berorientasi pada keselamatan guna mendukung transportasi Indonesia yang selamat, aman, nyaman, andal, serta berkelanjutan. I






