Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) memperkuat langkah strategis pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) transportasi melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi.
Upaya tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam rangka implementasi pola pembibitan taruna Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Skema ini dirancang untuk mencetak SDM transportasi unggul berbasis daerah yang nantinya kembali mengabdi dan mengelola sistem transportasi di wilayah masing – masing.
Penandatanganan kesepakatan bersama dilakukan antara BPSDMP dengan sejumlah mitra strategis, yakni Universitas Diponegoro, Pemerintah Kota Cirebon, Pemerintah Kota Salatiga, Pemerintah Kota Madiun, Pemerintah Kabupaten Semarang, dan Pemerintah Kabupaten Tebo.
Selain itu, dengan Pemerintah Kabupaten Natuna, Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Selain itu, kerja sama pengembangan SDM transportasi juga diperkuat melalui PKS dengan Universitas Negeri Yogyakarta.
Rangkaian kerja sama tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan Wisuda ke-102 Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang yang mengusung tema Empowering Maritime Excellence: Safety, Efficiency, and Sustainability, dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana selaku Inspektur Upacara.
Dalam sambutannya, dia menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan proses pendidikan dan pembentukan karakter sebagai insan maritim profesional.
“Saudara telah melalui proses panjang pembentukan kompetensi, disiplin, integritas dan karakter kepemimpinan sebagai insan maritim profesional,” ujarnya.
Wamenhub menegaskan pentingnya tiga pilar utama dalam pembangunan transportasi laut nasional, yaitu keselamatan, efisiensi dan keberlanjutan.
Ketiga hal tersebut harus menjadi prinsip utama yang dipegang oleh setiap perwira.
Dia menekankan bahwa implementasi standar internasional bukan hanya sebagai prosedur, tetapi menjadi budaya kerja.
Selain itu, Wamenhub juga menyoroti peran kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab kebutuhan SDM transportasi.
Melalui program pola pembibitan, lanjutnya, diharapkan dapat menghasilkan ASN yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, disiplin dan karakter kepemimpinan yang kuat sebagai insan transportasi.
“SDM transportasi yang unggul memiliki peran penting sebagai motor penggerak pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BPSDMP Suharto menambahkan, penguatan SDM transportasi menjadi kebutuhan mendesak di tengah kompleksitas tantangan saat ini, mulai dari kemacetan hingga polusi udara akibat pertumbuhan kendaraan yang tidak seimbang dengan infrastruktur.
Selain itu, katanya, juga tantangan global, termasuk keterbatasan energi akibat dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah, semakin memperkuat urgensi pengelolaan transportasi yang efisien.
“Di tengah permasalahan yang kompleks serta keterbatasan energi dan situasi global saat ini, kita perlu kembali mendorong penggunaan angkutan umum yang lebih efisien dan berkelanjutan. Jadi, dibutuhkan SDM yang mampu melakukan rekayasa dan manajemen transportasi secara komprehensif,” jelasnya.
Menurut Suharto, pola pembibitan menjadi solusi strategis jangka panjang dalam menjawab kebutuhan tersebut, karena melalui skema ini putra – putri daerah dididik secara terarah untuk kemudian kembali mengabdi di wilayahnya, dengan kemampuan merencanakan, mengelola dan mengendalikan sistem transportasi secara berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur PIP Semarang Mafrisal dalam laporan pendidikannya menuturkan, pada wisuda dan pelepasan perwira transportasi laut ini, PIP Semarang meluluskan total 758 peserta.
Rinciannya sebanyak 100 wisudawan dari Program Diklat Pembentukan DIV Pelayaran Program Studi Nautika, Teknika dan TALK, 16 wisudawan Program Diklat Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Type A Program Studi Nautika, Teknika dan TALK, serta 642 lulusan Program Diklat Peningkatan atau Perwira Siswa Ahli Nautika dan Teknik Tingkat I hingga Tingkat V.
“Para wisudawan dan lulusan telah mengikuti pendidikan dan pelatihan dengan sistem dan metode pembelajaran yang profesional, mencakup aspek pengetahuan, keahlian, keterampilan, serta pembentukan karakter,” tuturnya.
Pada kesempatan ini, PIP Semarang juga memperluas kemitraan dengan berbagai stakeholder industri pelayaran antara lain PT CMA Ship Indonesia, PT BSM Crew Service Center Indonesia, PT Marina Cakrawala Talenta (Meratus Group), dan PT Dewi Sri Maritim.
Ada juga kemitraan dengan PT Samudera Daya Maritim, FOS Management Services Pte Ltd, PT Salam Pacific Indonesia Lines, PT Cindara Pratama Lines, dan Seaman Jaya Maritime Training Center.
Menurut Mafrisal, kolaborasi ini bertujuan memperkuat link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri maritim. I
