PLT WALI KOTA BEKASI TRI ADHIANTO BERSAMA KAPOLRI JENDRAL LISTYO SIGIT SIDAK PRODUSEN MINYAK DAN PASAR

Sidak produsen minyak goreng oleh Kapolri Jendral Listiyo Sigit Prabowo bersama dengan Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan Dandim 0507/Bekasi, serta Kapolres Metro Bekasi Kota Kombespol Hengky, Rabu (16/3/2022). (Istimewa)
Bagikan Artikel

Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama dengan Dandim 0507/Bekasi dan Kapolres Metro Bekasi Kota Kombespol Hengky menyambut kedatangan Kapolri Jendral Listiyo Sigit Prabowo di Batalyon 202 Tajimalela Kota Bekasi, Rabu (16/3/2022).

Kedatangan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rangka mengecek secara langsung produksi minyak goreng di pabrik PT Mikie Oleo Nabati, sekaligus memeriksa distribusi minyak goreng di Pasar Bantargebang.

Dalam pemeriksaaan, diketemukan produksi dan ketersediaan stok berjalan normal dan aman, bahkan menurut keterangan Manager dari PT Mikie Oleo Nabati produksi pada Februari 2022 lebih banyak dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.

“Tadi kita melihat secara langsung dan melakukan pengecekan bahwa untuk produksi dari PT Mikie Oleo Nabati berjalan normal,” kata Kapolri L. Sigit dalam konferensi pers.

PT Mikie Oleo Nabati (SUNCO) menyampaikan kepada Kapolri secara konsisten telah melakukan produksi minyak goreng curah dan minyak goreng dalam kemasan setiap harinya sebanyak 200.000 liter.

Usai melakukan pengecekan produksi, Kapolri bersama rombongan bergegas meninjau distribusi minyak goreng yang berada di Pasar Bantargebang, dalam pengecekan memang tampak sedikit minyak goreng ada dalam display kios-kios pasar.

Hal itu dikarenakan animo masyarakat yang begitu tinggi terhadap ketakutan akan kelangkaan ketersediaan minyak goreng, yang menyebabkan setiap pembeli melakukan pembelian lebih dari sekedar kebutuhan harian.

Plt Wali Kota Bekasi turut menghimbau kepada warga masyarakat, untuk tidak panik dalam menanggapi isu-isu yang beredar.

Tri juga meminta agar ketersediaan stok minyak tetap stabil, dibutuhkan kerjasama dari masyatakat untuk melakukan pembelian minyak goreng sesuai dengan kebutuhan harian.

“Kami selaku Pemerintah Kota Bekasi sudah secara berkala melakukan pengecekan terkait ketersediaan minyak goreng, produsen tetap produksi secara normal, yang membuat langkanya ketersediaan minyak goreng dikarenakan banyaknya warga masyarakat yang melakukan pembelian minyak goreng lebih dari kebutuhan harian,” jelas Tri. I

Kirim Komentar

Bagikan Artikel