PPIH Berangkatkan Timsus Mina Pastikan Jemaah Indonesia Aman saat Puncak Haji

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menyiapkan Tim Khusus (Timsus) Mina untuk mendampingi jemaah haji Indonesia di masa puncak ibadah ini.

Tim ini bertugas memberikan pendampingan dan perlindungan, khususnya bagi kelompok jemaah lanjut usia (lansia) maupun yang sedang sakit.

Koordinator Bidang Satuan Operasi Arafah Muzdalifah dan Mina (Satop Armuzna), sekaligus Pelindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman menegaskan, seluruh personel Timsus merupakan anggota Perlindungan Jamaah (Linjam) yang sudah memiliki jam terbang minimal satu kali di operasional haji sebelumnya.

“Rekan – rekan ini diberangkatkan pada tanggal 8 Zulhijah malam dan langsung menuju Mina tanpa melalui Arafah. Dengan skema ini, tenaga mereka dinilai masih fresh untuk langsung memberikan bantuan maksimal saat jemaah calon haji tiba,” ujar Harun usai cek jalur pergerakan dari Mina menuju Jamarat.

Kehadiran Timsus sangat penting pada fase kedatangan di Mina yang rentan memicu kelelahan ekstrem dan kepadatan massa dengan mencakup penyambutan, pengawasan hingga pemantauan arus pergerakan jemaah.

Hal ini berlaku baik bagi rombongan yang datang dari Muzdalifah untuk menuju Jamrah Aqobah maupun bagi jemaah yang sekadar melintas dari Arafah (skema murur).

Terkait dengan sebaran lokasi, mayoritas jemaah Indonesia dialokasikan di Zona 3 dan Zona 5 yang letaknya berdekatan dengan Terowongan Muaisim.

Area permukiman ini dipecah menjadi 61 markas berbeda, dari maktab berukuran kecil di area bawah hingga maktab besar di dataran atas.

Di sisi lain, bagi jemaah yang mengambil opsi pulang ke hotel pascalempar jumrah Aqobah (skema tanazul), PPIH merencanakan penempatan mereka di Zona 5.

Skema ini sedang dalam tahap perumusan tahap akhir sebelum nantinya dipublikasikan secara serentak.

Baca Juga:  Penyelenggaraan Haji Harus Dilakukan dengan Cara yang Suci, Bersih dan Berintegritas

Tantangan fisik di Mina tidak bisa dipandang sebelah mata, mengingat jarak tempuh pergi pulang dari tenda ke Jamarat melintasi tiga Terowongan Muaisim mencapai sekitar 4,5 kilometer.

Demi mencegah penumpukan dan menjaga kelancaran alur jalan, Harun mewanti-wanti jemaah agar disiplin mengikuti rute dan tidak berpindah – pindah lantai saat prosesi ibadah berlangsung.

“Bagi jemaah calon haji yang tinggal di tenda Mina, pelaksanaan jamarat diprioritaskan di lantai 3. Kami mengimbau setelah selesai melontar jumrah, jangan turun ke lantai bawah. Tanyakan kepada petugas di lokasi arah kembali ke tenda, karena jalurnya akan berputar keluar dan langsung masuk kembali ke Terowongan Muaisim,” tutur Harun.

Melalui orientasi jalur yang presisi serta pengerahan Timsus Mina yang bugar dan berpengalaman, PPIH menaruh harapan besar agar seluruh rangkaian puncak ibadah haji tahun ini dapat berjalan dengan aman, tertib dan efisien. I

Kirim Komentar