Program Gentengisasi Dimulai hingga UMKM Jatiwangi Kebanjiran Pesanan

Pemerintah resmi memulai program gentengisasi yang ditandai dengan penyerapan genteng dari sentra Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) Genteng Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait hadir langsung dalam kegiatan penyerapan genteng tersebut, sekaligus melepas 14 unit truk dari total 24 unit truk genteng yang akan dikirim ke berbagai proyek pembangunan perumahan sebagai tahap awal program gentengisasi.

“Ini adalah karya kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Negara hadir bukan hanya membangun rumah, tetapi juga memastikan pembangunan itu memberi manfaat bagi rakyat kecil dan UMKM kita,” ujar Maruarar.

Dia menegaskan, pemerintah akan memberikan dukungan penuh terhadap program gentengisasi, tetapi produsen tetap diminta menjaga kualitas produk.

Menurutnya, genteng yang diproduksi harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) agar memiliki daya saing tinggi di pasar.

“UMKM harus punya daya saing tinggi dengan menjaga kualitas dan membuat standar sesuai SNI,” tegasnya.

Maruarar berharap pelaku UMKM penghasil genteng di berbagai daerah dapat ikut berkontribusi menyukseskan program tersebut.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mendukung program gentengisasi tersebut.

Pada tahap awal tahun ini, Pemprov Jawa Barat mengalokasikan program perbaikan rumah sebanyak 250 unit yang seluruh kebutuhan atapnya akan menggunakan genteng.

“Dari 250 unit rumah itu kebutuhan gentengnya sekitar Rp2 juta per rumah, maka potensi belanja genteng UMKM mencapai sekitar Rp500 juta,” ujar Herman.

Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman menambahkan, pemerintah daerah juga menyiapkan program perbaikan rumah tidak layak huni.

“Tahun 2026, kami akan melaksanakan program perbaikan rumah tidak layak huni 1.715 unit dan diperkirakan belanja untuk kebutuhan genteng mencapai sekitar Rp 1,5 miliar,” jelasnya.

Selain itu, melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat, direncanakan ada 900 unit rumah di Majalengka yang akan diperbaiki.

Program tersebut diperkirakan membutuhkan genteng dengan nilai sekitar Rp1 miliar.

Dengan berbagai program tersebut, total komitmen transaksi penyerapan genteng dari sentra UMKM Jatiwangi diperkirakan mencapai sekitar Rp 3 miliar.

Dukungan terhadap program gentengisasi juga datang dari sektor swasta dan dua pengembang perumahan subsidi, Angga dan Wawan, masing – masing memesan empat truk genteng Jatiwangi untuk proyek perumahan subsidi yang sedang mereka bangun di Bogor dan Serang.

Sementara itu, Maruarar juga menyampaikan komitmen pribadinya dengan memesan tambahan 10 unit truk genteng.

Genteng tersebut rencananya digunakan untuk pembangunan rumah prajurit TNI sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka.

Dengan tambahan pesanan tersebut, total terdapat 24 unit truk genteng yang dipesan dari sentra produksi genteng di Jatiwangi. I

 

Kirim Komentar