Program SPHP Jagung Pakan Tahun 2026 Mulai Digulirkan

Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan tahun 2026 telah mulai digulirkan pemerintah sejak Sabtu (9/5/2026).

Realisasi salurnya dalam catatan Bapanas telah mencapai 786,1 ton sampai 12 Mei 2026.

Menurut Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan program ini akan bergulir terus.

“Hari ini kita lepas SPHP jagung dan ini akan bergulir terus. Artinya SPHP ini trigger sebagaimana arahan dari Bapak Presiden yang ditindaklanjuti oleh Bapak Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas,” katanya di Sumedang, Jawa Barat.

Ketut menitipkan pesan dari Kepala Bapanas yang ditujukan kepada asosiasi atau koperasi peternak yang menerima program SPHP jagung pakan ini.

Dia menambahkan bahwa distribusi SPHP jagung harus sesuai dengan data peternak yang telah ditetapkan pemerintah.

“Ada pesan dari Bapak Kepala Bapanas, yang paling penting adalah targetnya benar – benar tercapai. Titip pesan dari Bapak Kepala Badan Pangan, kalau anggotanya sembilan, berikan ke-9 anggota itu. Jangan kemana – mana karena ini menyangkut akuntabilitas pendistribusian SPHP jagung,” tuturnya.

Sebelumnya, daftar penerima SPHP jagung tahun 2026 telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian Nomor 3540/KPTS/HK.150/F/03/2026 tanggal 31 Maret 2026. Verifikasi data penerima program SPHP jagung dilaksanakan bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

Mengenai harga jagung pakan yang ditetapkan Bapanas antara lain Rp5.000 per kilogram (kg) dengan pengambilan di Gudang Bulog dan harga maksimal di Rp5.500 per kg di tingkat peternak.

Penyaluran SPHP jagung pakan dilakukan melalui koperasi atau asosiasi kepada anggota yang telah terdaftar dalam SK Menteri Pertanian.

Hingga 12 Mei, Perum Bulog telah menyalurkan SPHP jagung pakan sampai angka 786,1 ton. Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Timur tercatat paling tinggi di angka 395,5 ton.

Baca Juga:  Pemerintah Dorong Pembentukan Dinas Ekonomi Kreatif di Daerah

Kemudian, Kanwil Jawa Tengah 300,8 ton, Kanwil Yogyakarta 70 ton, Kanwil Jawa Barat 10 ton, dan Kanwil Nusa Tenggara Barat 9,8 ton.

Adapun untuk saat ini target salur secara nasional sebanyak 213.100 ton.

Stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) per 13 Mei 2026 berada di angka 234.000 ton.

Secara beriringan, Bapanas memastikan Bulog terus melakukan penyerapan jagung produksi dalam negeri yang capaiannya telah menyentuh 187.600 ton sejak awal tahun 2026 sampai 11 Mei 2026.

Pemerintah menggulirkan program SPHP jagung pakan untuk mengatasi fluktuasi harga jagung di tingkat peternak yang telah melebihi ketentuan Harga Acuan Penjualan (HAP) di Rp5.800 per kg.

Tatkala peternak terdampak fluktuasi jagung pakan, maka dapat pula berimplikasi terhadap harga telur ayam.

Anggaran program SPHP jagung pakan tahun 2026 telah disiapkan sebanyak Rp678 miliar.

“Jadi sekali lagi, mudah-mudahan ini bermanfaat. Sekali lagi, pesan dari Bapak Kepala Badan Pangan Nasional, gunakan dengan baik. Kemudian kendalikan harga. Mudah – mudahan ke depan pemerintah terus akan bisa memberikan SPHP jagung,” ungkap Ketut.

Kondisi ini juga harapan dari pemerintah, tentu harga telur dapat relatif lebih stabil, yang artinya harga jangan terlalu tinggi tapi bapak ibu peternak juga mendapatkan untung yang wajar.

Dalam pantauan Bapanas, rerata harga jagung di tingkat peternak secara nasional masih berada melebihi HAP.

Per 12 Mei 2026, rerata harga jagung terpantau berada di Rp6.848 per kg atau 18,07% diatas HAP.

Sementara itu, dibandingkan sebulan sebelumnya naik tipis 1,09% dari harga saat itu Rp6.774 per kg.

Dalam berbagai kesempatan, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman memastikan Indonesia telah swasembada untuk jagung pakan.

Baca Juga:  Bulog Pastikan Keterjangkauan Bantuan Beras dan Minyak Goreng bagi KPM

Tidak ada impor jagung pakan sejak tahun 2025, lanjutnya, setelah pada tahun – tahun sebelumnya Indonesia masih terpaksa impor jagung.

“Indonesia sudah swasembada jagung untuk pakan. Impor jagung pakan sudah nol persen. Ini berita baik bagi kita semua. Ini hasil kolaborasi dari kerja sama, sinergi, dan kolaborasi. Tentu sesuai arahan Bapak Presiden, capaian ini akan dilanjutkan seterusnya,” jelas Amran.

Untuk mendukung swasembada berkelanjutan, keberpihakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kepada kepentingan petani jagung ditunjukkan melalui penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2026.

Dalam Inpres 3/2026 ini memuat direktif Presiden untuk melaksanakan pengadaan jagung dalam negeri sepanjang tahun 2026.

Target pengadaannya sebanyak 1 juta ton dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp5.500 per kilogram (kg). Kriterianya adalah jagung yang telah masuk usia panen dan kadar air antara 18% hingga 20%. I

Kirim Komentar