Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi berharap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mohammad Natsir Solok dapat mempertahankan predikat akreditasi paripurna, sekaligus terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri pembukaan penilaian akreditasi rumah sakit tersebut secara daring oleh tim surveyor dari Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP) bersama Kementerian Kesehatan.
Mahyeldi menegaskan, sektor kesehatan merupakan salah satu pilar penting dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, produktif dan berdaya saing, sehingga peningkatan mutu pelayanan rumah sakit harus menjadi perhatian dan dievaluasi secara berkelanjutan.
“Keberhasilan rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas, tapi juga oleh mutu pelayanan, keselamatan pasien dan kepercayaan masyarakat. Keramahan serta kepedulian tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Menurut Mahyeldi, RSUD Mohammad Natsir memiliki peran strategis sebagai rumah sakit rujukan bagi masyarakat Kota Solok, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Pesisir Selatan, Padang Panjang, dan daerah lainnya.
Lokasinya di jalur lintas Sumatra juga menjadikan rumah sakit tersebut berperan penting dalam melayani masyarakat yang melakukan perjalanan antardaerah.
Dia berharap, penilaian akreditasi dapat menjadi momentum evaluasi yang objektif bagi manajemen rumah sakit untuk mempertahankan aspek pelayanan yang telah berjalan baik sekaligus memperbaiki hal – hal yang masih perlu ditingkatkan.
“Kita berharap proses ini memberikan masukan yang konstruktif, sehingga peningkatan mutu pelayanan benar – benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Mahyeldi.
Sementara itu, Ketua Tim Surveior Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP) Rini Susilowati mengapresiasi dukungan Gubernur Sumbar terhadap pelaksanaan penilaian akreditasi tersebut.
Menurutnya, dukungan kepala daerah menjadi motivasi bagi jajaran rumah sakit dan Tim Surveyor dalam menjalankan proses evaluasi.
Dia menjelaskan, Tim Surveyor tidak hanya melakukan penilaian, tetapi juga memberikan arahan dan bimbingan untuk mendorong pemenuhan standar mutu, serta keselamatan pasien.
Penilaian juga mencakup kepatuhan terhadap program nasional, peningkatan mutu pelayanan dan penerapan rekam medis elektronik.
Penilaian diawali dengan pemeriksaan dokumen secara daring pada Kamis (15/10), kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke RSUD Mohammad Natsir di Solok pada Minggu (18/10).
Tim Surveyor terdiri atas Rini Susilowati selaku ketua, Hendrianto dan Ns. Yulia.
Penilaian meliputi sejumlah aspek, antara lain tata kelola rumah sakit, pelayanan pasien, manajemen fasilitas, pencegahan dan pengendalian infeksi, rekam medis, serta keselamatan pasien.
Melalui proses akreditasi ini, Pemerintah Provinsi Sumbar berharap RSUD Mohammad Natsir dapat mempertahankan predikat Paripurna yang telah diraih sebelumnya dan terus memperkuat mutu pelayanan kesehatan yang aman, berkualitas, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat. I
