Sektor industri pengolahan terus menunjukkan kinerja yang solid, dengan pertumbuhan sebesar 5,30% pada tahun 2025 dan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 19,07%.
Menurut Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza, capaian tersebut menegaskan peran strategis industri sebagai motor penggerak perekonomian, sekaligus menjadi landasan penting dalam mendorong transformasi menuju sistem produksi yang lebih efisien, berkelanjutan dan berorientasi rendah karbon.
“Saya menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas Nilai Ekonomi Karbon (NEK) sebagai bagian dari upaya memperkuat arah kebijakan transformasi industri nasional menuju industri hijau dan rendah karbon,” ujarnya.
Wamenperin Riza menjelaskan bahwa forum tersebut menjadi ruang strategis untuk memastikan bahwa agenda dekarbonisasi berjalan selaras dengan kepentingan pertumbuhan ekonomi dan penguatan daya saing nasional.
“Melalui penguatan regulasi, penetapan batas emisi dan implementasi Emission Trading System (ETS), serta Nilai Ekonomi Karbon di sektor industri, pemerintah berkomitmen memastikan bahwa proses dekarbonisasi dilaksanakan secara terukur, kredibel dan bertahap,” jelasnya.
Namun, Wamenperin Riza menegaskan bahwa target Net Zero Emission bukan hanya wacana, sehingga sektor industri harus mulai berbenah.
Dengan langkah tersebut, dia menambahkan, transformasi industri tidak hanya mendukung pencapaian target Net Zero Emission, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri global yang semakin menempatkan aspek keberlanjutan sebagai standar utama.
Industri mengakselerasi dekarbonisasi melalui peralihan ke energi terbarukan, efisiensi energi, dan teknologi rendah karbon untuk mencapai target Net Zero Emission.
Sembilan sektor prioritas termasuk semen, pupuk, logam dan tekstil didorong menggunakan bahan bakar ramah lingkungan, didukung investasi hijau, pengembangan kendaraan listrik, serta inisiatif Smart-Eco Industrial Park.
Kementerian Perindustrian memfokuskan dekarbonisasi pada sembilan sektor, yakni semen, pupuk, logam, pulp dan kertas, tekstil, kimia, otomotif, serta makanan dan minuman.
Pencapaian Net Zero Emission industri pada tahun 2050 atau tahun 2060, dengan pengurangan emisi signifikan pada tahun 2030, mencakup emisi Scope 1, Scope 2 dan Scope 3. I
