Wakil Wali (Wawali) Kota Yogyakarta Wawan Harmawan bersama mantri pamong praja, lurah, anggota DPRD dan tokoh masyarakat melakukan sambang kampung ke Kepuh Kelurahan Klitren.
Dalam kegiatan itu Wawan menjenguk beberapa warga lanjut usia (lansia) yang sakit, sekaligus menyapa masyarakat sampai menjaring masalah. Aksi turun ke kampung itu sebagai wujud kehadiran dan kepedulian Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terhadap permasalahan masyarakat.
Dalam giat sambang kampung Wawali Wawan dan rombongan berjalan kaki menyusuri gang – gang kecil. Menyapa masyarakat dan mahasiswa KKN yang melakukan kerja bakti rutin.
Dia juga menjenguk 2 orang lansia yang sakit dan harus bedrest sekaligus memberikan semangat dan sedekah untuk membantu.
“Jadi, kami melihat di sini secara langsung, istilahnya belanja masalah. Kita mengunjungi dua lansia yang statusnya sudah bedrest supaya memberikan semangat untuk sembuh kembali dan bisa berkumpul dengan keluarga kembali,” kata Wawan.
Sambang Kampung itu juga untuk memastikan pelayanan kepada lansia terutama yang sakit sudah dilakukan.
Wawal Wawan menyebutkan, jumlah lansia di Kota Yogyakarta cukup tinggi yakni sekitar 16 persen dari total penduduk Kota Yogyakarta.
Untuk itu, dia menambahkan, Pemkot Yogyakarta berupaya memberikan layanan pemeriksaan gratis bagi lansia melalui puskesmas.
“Jadi, ya seperti ini kita sambang kampung mengetahui langsung warga seperti lansia. Masalah kesehatan seperti apa, sudah tertangani dengan baik atau belum. Alhamdulillah sudah ditangani juga oleh puskesmas setempat,” tuturnya.
Selain itu, Wawali dan rombongan juga meninjau bangunan rumah warga yang telah diperbaiki atau masuk sasaran bedah rumah tidak layak huni, termasuk menjaring permasalah dan keluhan masyarakat terkait kebisingan restoran cafe di wilayah Klitren.
Dia menyatakan bahwa permasalahan itu sudah dilakukan upaya mediasi oleh kemantren setempat.
“Nanti, kita akan panggil untuk kita selesaikan secepatnya, sehingga warga merasa nyaman bisa tinggal tidak bising. Harapan kita pemilik resto agar peredamnya (suara) untuk lebih diperkuat, sehingga tidak mengganggu masyarakat sekitar. Jadi mereka usahanya juga jalan, tapi juga ada perhatian untuk lingkungan setempat,” jelas Wawan. I







