Sebanyak Enam Mahasiswa Poltekpel Surabaya Raih Grand Champion di Ajang Internasional

Sebanyak enam mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya berhasil menorehkan prestasi di ajang internasional setelah meraih lima medali, empat penghargaan Favorite Poster dan merebut Grand Champion atau Juara Umum pada International Essay Competition 10th FAPERTA FAIR (Futuristics and Prestige Research, Technology and Art) di Bangkok, Tailan pada 8 – 9 Agustus 2026.

Kompetisi internasional yang diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Chiang Mai University tersebut berlangsung di Grand Tower Inn Rama VI, Bangkok.

Ajang tersebut diikuti peserta dari berbagai negara, antara lain Indonesia, Nigeria, Pakistan, Tailan, Sudan, Malaysia, Tiongkok, dan juga negara Brunei Darussalam.

Keenam mahasiswa yang mewakili Poltekpel Surabaya terdiri atas Rorusman Jadid Nurhadi, mahasiswa Program Studi (Prodi) D-IV Transportasi Laut Semester VIII sekaligus ketua tim, lalu Anka Neha Aramita, mahasiswa Prodi D-IV Transportasi Laut Semester VIII.

Kemudian, Aditya Rahmat Febriansyah, mahasiswa Prodi D-IV Teknologi Rekayasa Permesinan Kapal (TRPK) Semester VII dan Muhammad Fathur Rakhman, mahasiswa Prodi D-IV Teknologi Rekayasa Operasi Kapal (TROK) Semester VII.

Ada juga Elifel Tiofano Songko, mahasiswa Prodi D-III Nautika Semester II dan Ahmad Naufal Aditya, mahasiswa Prodi D-III Teknika Semester II.

Dalam kompetisi tersebut, tim Poltekpel Surabaya mengembangkan dan mempresentasikan lima karya ilmiah yang mengangkat berbagai isu strategis di sektor maritim.

Kelima karya tersebut terbagi ke dalam lima subtheme, yakni Technology, Health, Tourism, Social and Economics, dan Environment.

Pada subtema Technology, tim mengangkat paper berjudul (HYDRA) An Intelligent Hydrogen Deployment and Resource Allocation Platform for Maritime Decarbonization dan berhasil meraih medali emas.

Karya tersebut berfokus pada pemanfaatan teknologi dan pengelolaan sumber daya hidrogen sebagai bagian dari upaya mendukung dekarbonisasi sektor maritim.

Sementara itu, pada subtema Health, Tim Poltekpel Surabaya menghadirkan karya berjudul (SEAMIND): Smartwatch-Based Mental Health Monitoring System Seafarers yang berhasil memperoleh medali perak.

Penelitian ini mengangkat aspek kesehatan mental dan kesejahteraan pelaut melalui pemanfaatan teknologi smartwatch sebagai sarana pemantauan kondisi kesehatan mental.

Prestasi medali perak berikutnya diraih melalui paper pada subtema Tourism berjudul PIRATES: A Port Immersive Recreation and Traditional Education System with a Virtual Reality-Based Mini Museum for Maritime Cultural Preservation and Seafarer Education.

Karya tersebut mengintegrasikan teknologi virtual reality dengan edukasi dan pelestarian budaya maritim melalui konsep mini museum berbasis pelabuhan.

Pada subtema Social and Economics, Tim Poltekpel Surabaya memperoleh medali perunggu melalui karya berjudul TRADE: Transparent Registry and Accredited Distribution for Hydrogen Exchange.

Selanjutnya pada subtema Environment, karya berjudul SHIFT: Sustainable Hydrogen Innovation for Future Transport juga berhasil meraih medali perunggu.

Selain lima medali tersebut, karya Tim Poltekpel Surabaya juga memperoleh penghargaan Favorite Poster pada empat subtema, yaitu Environment, Social and Economics, Tourism, dan Health.

Capaian tersebut mengantarkan Tim Poltekpel Surabaya meraih Grand Champion atau Juara Umum dalam kompetisi internasional tersebut.

Pemilihan kelima topik penelitian tersebut tidak terlepas dari berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi sektor maritim saat ini.

Tim Poltekpel Surabaya melihat bahwa perkembangan industri pelayaran membutuhkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan pelaut, pelestarian budaya maritim, aspek sosial dan ekonomi, serta keberlanjutan lingkungan.

Setiap karya dikembangkan untuk menghadirkan solusi yang inovatif, praktis dan relevan dengan kebutuhan sektor maritim.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa Poltekpel Surabaya berupaya menghadirkan gagasan yang dapat mendukung transformasi industri pelayaran menuju sektor yang lebih modern, aman, berkelanjutan dan berorientasi pada dekarbonisasi.

Menanggapi prestasi tersebut, Direktur Poltekpel Surabaya Moejiono menyampaikan apresiasi kepada Tim Poltekpel Surabaya.

Dia mengaku bangga atas capaian mahasiswa yang mampu membawa nama Poltekpel Surabaya hingga ke tingkat internasional.

“Prestasi ini merupakan kebanggaan bagi Program Studi D-IV Transportasi Laut dan tentunya bagi Poltekpel Surabaya. Apa yang telah diraih mahasiswa menunjukkan bahwa mereka tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tapi juga mampu mengembangkan ide, melakukan riset dan menyampaikan inovasi yang relevan dengan tantangan sektor maritim global,” ujar Moejiono.

Dia menilai, keberhasilan tersebut juga menjadi bukti pentingnya kolaborasi lintas program studi.

Keterlibatan mahasiswa dari berbagai program studi menunjukkan bahwa persoalan maritim dapat dikaji dari berbagai perspektif dan membutuhkan sinergi keilmuan untuk menghasilkan solusi yang komprehensif,” jelasnya.

Ketua Tim Poltekpel Surabaya Rorusman Jadid Nurhadi mengucapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian yang diraih bersama rekan – rekan satu tim.

Menurutnya, keberhasilan menjadi Grand Champion dalam kompetisi berskala internasional merupakan pengalaman yang sangat berharga, sekaligus menjadi motivasi untuk terus menghasilkan inovasi di bidang kemaritiman.

“Kami mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang telah diberikan. Meraih Grand Champion merupakan suatu pencapaian yang sangat membanggakan, sekaligus menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus berkarya dan mengembangkan inovasi di bidang maritim,” tuturnya.

Prestasi enam mahasiswa tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Poltekpel Surabaya mampu berkompetisi dan menunjukkan kualitasnya di tingkat internasional.

Raihan tersebut menjadi pencapaian yang tidak hanya membanggakan institusi, tetapi juga memperkuat komitmen Poltekpel Surabaya dalam mencetak sumber daya manusia transportasi laut yang inovatif, kompetitif dan mampu menjawab tantangan kemaritiman masa depan. I

Kirim Komentar