Sekitar 20 Koperasi Ajukan Permohonan Izin Kelola Tambang

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono menyatakan, sekitar 20 koperasi mengajukan izin untuk mengelola pertambangan mineral dan batu bara (minerba).

“Kami di Kementerian Koperasi sudah (menerima) hampir dua puluhan koperasi, baik timah, baik emas, batu bara, dan banyak mineral tambang yang lainnya, yang sekarang sudah diajukan izinnya kepada kami di Kementerian Koperasi,” katanya dalam Indonesia Energy Outlook 2025 di Jakarta.

Permohonan tersebut datang setelah Rancangan Undang – Undang tentang Perubahan Keempat atas Undang – Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba) disetujui oleh DPR untuk disahkan menjadi undang-undang.

Perubahan keempat UU Minerba memungkinkan koperasi untuk mengelola tambang batu bara melalui skema prioritas.

Selain koperasi, UU tersebut juga memungkinkan organisasi masyarakat (ormas) keagamaan dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk mengelola tambang batu bara.

Menanggapi tingginya minat koperasi untuk turut serta dalam mengelola pertambangan, Ferry menambahkan, pemerintah akan mengeluarkan aturan terlebih dahulu yang merinci tata cara pelaksanaan pengelolaan pertambangan oleh koperasi dan lain sebagainya.

Setelah memperoleh kesempatan untuk turut serta dalam mengelola tambang minerba, dia meminta kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menerbitkan aturan yang memperbolehkan badan usaha koperasi ikut mengelola tambang minyak dan gas bumi (migas).

Menurut Ferry, koperasi berhasil mengelola idle well eks Pertamina di Muara Enim, Sumatra Selatan.

Idle well merujuk pada sumur minyak dan gas yang tidak aktif atau tidak beroperasi untuk sementara waktu, tetapi belum ditutup secara permanen.

Alhamdulillah, yang di Muara Enim, kami bisa menghasilkan 15 barel minyak per hari. Ini mau masuk ke sumur yang ketiga,” tuturnya.

Baca Juga:  ANGKASA PURA AIRPORTS SELENGGARAKAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN EKSPOR INDONESIA

Keberhasilan tersebut menjadi landasan untuk mengajukan permohonan kepada Kementerian ESDM agar badan usaha koperasi diberi kesempatan berpartisipasi untuk mengelola sumur – sumur idle eks Pertamina. I

Kirim Komentar