Serah Terima Kunci Rumah Huntap Pertama Pascabencana Sumatra

Pembangunan hunian tetap (huntap) dalam pemulihan pascabencana hidrometeorologi Siklon Senyar yang melanda Provinsi Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat menjadi prioritas pemerintah saat ini.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan warga terdampak yang mengajukan usulan huntap mandiri dapat segera memperoleh tempat tinggal yang aman, layak dan berkelanjutan.

Sejalan dengan komitmen tersebut, BNPB telah menyerahkan kunci hunian tetap bagi warga terdampak bencana banjir longsor di wilayah Sumatra Barat pada Jumat (10/7).

Seremoni penyerahan kunci dilakukan oleh Sekretaris Utama BNPB Rustian kepada penerima manfaat di Kota Padang, Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Panjang dan disaksikan oleh Kalaksa BPBD Sumbar, Pimpinan Daerah, beserta rombongan BNPB, BPBD, dan masyarakat setempat.

Serah terima kunci rumah huntap ini menjadi yang pertama kalinya dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatra oleh BNPB.

Di Kota Padang, Rustian didampingi oleh Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyerahkan satu unit hunian tetap di Kampung Tanjung, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

Maigus berharap BNPB segera membangun 22 unit huntap tambahan dan fasilitas sumur bor untuk warga terdampak lainnya.

Selanjutnya, Sekretaris Utama BNPB turut menyerahkan kunci huntap di wilayah Kabupaten Padang Pariaman didampingi Bupati John Kenedy Azis.

Lalu, di Kota Pariaman, Rustian menyerahkan kunci hunian mandiri milik Emridona, warga Desa Sintuak Naras, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman.

Banjir dan longsor pada November 2025 lalu merusak rumah yang ia tinggali bersama keluarga.

Menurut Emridona, selama beberapa bulan ia dan keluarganya tidur di puing-puing rumahnya yang terkena longsor itu.

“Syukur Alhamdulillah, sangat bahagia sekali melebihi segala – galanya. Sekarang kalau tidur sudah merasakan kenyamanan, gak merasa khawatir setiap malam,” jelasnya setelah menerima kunci huntap.

Kepada warga penerima manfaat Rustian berpesan agar rumah ini segera dihuni. “Jangan sampai setelah dibangun Huntap tidak dihuni. Rumah ini sudah sangat layak, bahan aman, dan tahan hujan juga, jadi sangat aman.”

Selain huntap milik Emridona, 7 unit huntap lainnya telah terbangun di Kota Pariaman.

Huntap yang telah selesai dibangun dan diserahkan kepada pemiliknya ini merupakan rumah contoh pembangunan pascabencana dengan menggunakan teknologi Sepablock dari PT Semen Padang.

Pada akhir Maret 2026, Sekretaris Utama BNPB melaksanakan peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan rumah contoh huntap ini.

Rumah contoh huntap yang telah selesai dibangun akan menjadi evaluasi bagi pembangunan huntap – huntap lainnya.

Terdapat dua opsi dalam pembangunan hunian tetap pascabenca, yaitu huntap komunal dan huntap mandiri.

Pada opsi huntap komunal, pemerintah daerah (pemda) memiliki kewajiban untuk menyediakan lahan dan pembangunan akan dilaksanakan oleh BNPB.

Sementara itu, opsi huntap mandiri memungkinkan warga terdampak untuk mengajukan usulan pembangunan rumah rusak berat terdampak bencana di tanah miliknya sendiri.

Pilihan ini memungkinkan pembangunan huntap berjalan lebih cepat, karena lahan/tanah relokasi telah tersedia, sehingga BNPB dapat segera melakukan pembangunan.

Huntap mandiri akan dibangun dengan standar pembangunan rumah tipe 36 yang terdiri dari dua kamar tidur, satu ruang tamu, kamar mandi dan dapur.

Di Sumatra Barat, pembangunan huntap mandiri oleh BNPB bekerja sama dengan PT Semen Padang.

Pembangunan huntap menggunakan teknologi Sepablock (Semen Padang Bata Interlock). Material ini adalah pengganti batu bata yang telah dikembangkan sejak 2020 dan menggunakan sistem interlocking layaknya menyusun balok mainan.

Inovasi ini mempunyai banyak kelebihan di antaranya ramah gempa, ramah lingkungan, waktu pembangunan cepat dan mudah dimobilisasi.

Berdasarkan data rekapitulasi rencana huntap in situ atau relokasi mandiri Provinsi Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat per Senin (13/7), target huntap mandiri di Tanah Minang sebanyak 695 unit.

Rinciannya terdiri dari daerah Pasaman sebanyak 4 unit, Pasaman Barat 28 unit, Agam 29 unit, Padang Panjang 4 unit, Lima Puluh Kota 49 unit, Tanah Datar 101 unit, Padang Pariaman 457 unit, Kota Pariaman 8 unit, dan Pesisir Selatan 15 unit.

Pemerintah Kota (Pemko) Padang saat ini mengusulkan tambahan pembangunan 22 unit huntap.

BNPB berkomitmen untuk melaksanakan percepatan pembangunan hunian tetap serta melaksanakan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatra secara terarah dan berkelanjutan.

Sinergi antara pemerintah pusat, BNPB, pemda dan berbagai pihak terkait dengan menjadi kunci implementasikan prinsip Build-Back Safer and Better bagi masyarakat terdampak bencana. I

Kirim Komentar