Statement Ditjen Hubla Terkait Meninggalnya Pemudik dalam Perjalanan ke Pelabuhan Gilimanuk

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubla Kemenhub) memberikan holding statement terkait dengan meninggalnya pemudik dalam perjalanan menuju ke Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Pemerintah, dalam hal ini Ditjen Hubla Kemenhub menyampaikan duka cita yang sedalam – dalamnya atas meninggalnya seorang pemudik berinisial RP, seorang ibu rumah tangga, yang tengah melakukan perjalanan mudik dari Bali menuju Jawa Tengah.

Holding statement tersebut menjelaskan bahwa Almarhumah RP diketahui meninggal dunia oleh crew bus pada 18 Maret 2026 pagi hari, saat kendaraan sedang berada dalam perjalanan menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian negara, Kementerian Perhubungan berkolaborasi dengan stakeholders di antaranya Polri, PT ASDP Indonesia Ferry dan PT Pelindo memastikan pemulangan jenazah dilakukan dengan layak sampai di rumah duka yang berlokasi di Kebumen.

Menurut Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Heri Junaedi Bakhri, pada pukul 14.00 Wita, jenazah telah dipulangkan melalui KMP. Dharma Kencana 9 dengan rute Gilimanuk – Ketapang.

Selain itu, Kepala Distrik Navigasi Cilacap telah ditugaskan untuk menyambut kedatangan jenazah di rumah duka di Kebumen sebagai representasi kehadiran Kementerian Perhubungan bagi keluarga Almarhumah RP.

Ditjen Hubla Kemenhub terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk PT ASDP Indonesia Ferry, PT Pelindo dan aparat keamanan, untuk memastikan kelancaran dan keselamatan arus mudik di Selat Bali.

“Kami akan menyampaikan informasi lebih lanjut seiring perkembangan situasi di lapangan,” jelas Heri pernyataan tersebut.

Kepada seluruh pemudik, Ditjen Hubla Kemenhub turut mengimbau untuk senantiasa memperhatikan kondisi kesehatan sebelum dan selama perjalanan, beristirahat yang cukup, serta segera melapor kepada petugas di lapangan apabila merasa kondisi badan tidak sehat. “Keselamatan jiwa adalah prioritas yang utama.” I

Kirim Komentar
Baca Juga:  Atasi Antrean Kendaraan di Gilimanuk dengan Ditjen Hubdat Percepat Proses Port Time dan Bongkar Muat