Stok Beras Nasional Bulan Depan Tembus 5 Juta Ton

Ketersediaan stok pangan nasional dari 11 komoditas strategis, khususnya beras, berada dalam kondisi sangat baik.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, saat ini cadangan beras nasional telah mencapai sekitar 4 juta ton dan tertinggi sepanjang sejarah.

“Diproyeksikan terus meningkat hingga mendekati 5 juta ton dalam waktu dekat. Capaian tersebut semakin memperkuat ketahanan pangan nasional,” katanya dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.

Pada Jumat, 14 Maret 2026, cadangan beras nasional mencapai 4 juta ton, data dua hari lalu sudah 4 juta ton dan kemungkinan bulan depan sudah mencapai 5 juta ton.
“Bapak Presiden. Ini tertinggi cadangan kita, ini cukup untuk 324 hari, sampai akhir tahun cukup cadangan kita sekarang untuk beras,” ujar Mentan.
Dia juga menyampaikan bahwa terdapat sejumlah perkembangan positif di sektor komoditas strategis lainnya, salah satunya adalah peningkatan ekspor minyak sawit mentah Crude Palm Oil (CPO) yang mengalami kenaikan signifikan.
Kenaikan tersebut turut memperkuat kinerja ekspor sektor pertanian secara keseluruhan.
Berdasarkan data kinerja Industri sawit total produksi mencapai angka 56 juta ton dengan total ekspor dari berbagai bentuk olahan komoditas tersebut menembus angka 32 juta ton.
Di sisi lain, kinerja sektor pertanian juga tercermin dari kontribusinya terhadap perekonomian nasional.
Mentan menyebutkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian mencapai 5,74%, yang merupakan capaian tertinggi dalam 25 tahun terakhir.
Angka tertinggi lainnya sektor pertanian pernah mendapatkan angka 4,83 di tahun 2008, dan 4,59 di tahun 2012.
“PDB sektor pertanian ini tertinggi selama 25 tahun, sekitar 5,74% PDB sektor pertanian. Kemudian, NTP (Nilai Tukar Petani), tingkat kesejahteraan petani, tertinggi selama 33 tahun,” tuturnya.
Diketahui NTP yang menjadi tonggak penting dalam penguatan daya beli masyarakat petani nasional menyentuh angka 125,45 mencerminkan rasio harga yang diterima petani meningkat lebih baik dibandingkan dengan biaya yang dibayar oleh petani.
Menurut Mentan, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai kebijakan pemerintah, serangkaian deregulasi, efisiensi anggaran dan transformasi pertanian dan di antaranya kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), serta penurunan harga pupuk yang turut meningkatkan kesejahteraan petani.
“Ini karena kebijakan Bapak Presiden, HPP dinaikkan dan juga pupuk, harga pupuk turun 20% tanpa membebani Menteri Keuangan,” tuturnya.
Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kondisi ketahanan pangan nasional saat ini menunjukkan fondasi yang kuat.
Kepala Negara juga menekankan pentingnya terus mencermati seluruh komoditas pangan, terutama sumber protein bagi masyarakat.
“Saya kira ini juga sesuatu yang bisa kita yakini, suatu fondasi yang kuat. Apapun terjadi, pangan kita aman. Tentunya semua komoditas harus kita cermati, terutama masalah protein. Protein, saya kira yang paling cepat adalah perikanan, perikanan darat dan perikanan lepas pantai dan perikanan tangkap,” tutur Presiden.
Pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional semakin kokoh dan sekaligus memperkuat langkah Indonesia menuju swasembada pangan yang berkelanjutan. I
Kirim Komentar
Baca Juga:  Kemenkeu Pacu Pembangunan dengan Sinergi Pusat dan Daerah