Visi swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto dilaksanakan secara konkret oleh Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga sebagai Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.
Setelah swasembada beras, dia mencanangkan swasembada gula konsumsi juga akan tercapai.
Menurut Kepala Bapanas, Provinsi Jawa Timur (Jatim) memegang andil besar terhadap perwujudan swasembada gula di tahun depan.
Lahan perkebunan tebu di Jatim ditargetkan dapat mencapai 70.000 hektare. Sementara target nasional di angka 100.000 hektare.
“Kami pertama apresiasi Ibu Gubernur Jatim. Ibu Gubernur luar biasa. Kami apresiasi atas nama pemerintah pusat. Pertanian Jawa Timur selama dipimpin beliau selalu posisi tiga besar. Ini yang kami apresiasi,” kata Amran usai Rapat Koordinasi Hilirisasi Perkebunan bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jatim.
“Yang kedua adalah tebu. Kalau Jawa Timur berhasil, gula nasional insyaallah tahun depan tidak akan impor white sugar, gula putih. Tahun depan bisa stop impor gula putih. Sekarang produksi 2,68 juta ton. Tahun depan insyaallah kita bisa 3 juta ton gula konsumsi,” ungkapnya.
Mengenai itu, stok akhir tahun gula konsumsi di tahun 2025 memang diprediksi dapat tembus hingga 1,437 juta ton sesuai Proyeksi Neraca Pangan.
Dengan stok akhir tahun tersebut dapat memenuhi hampir 6 bulan lamanya untuk kebutuhan di tahun 2026. “Ini juga berkat produksi gula konsumsi sepanjang 2025 yang mencapai 2,668 juta ton.”
Sementara itu, mengenai tahun 2026, kebutuhan gula konsumsi selama setahun diperkirakan mencapai 2,836 juta ton.
Dengan carry over stock dari 2025 sebesar 1,437 juta ton, Amran menyatakan, Indonesia hanya butuh 1,399 juta ton lagi.
Untuk itu, lanjutnya, target produk gula konsumsi dalam negeri untuk tahun 2026 yang digagas sebesar 3 juta ton dapat membuat neraca gula konsumsi menjadi surplus.
“Target lahan tebu 70.000 hektare di seluruh Jawa Timur. Seluruh Indonesia 100.000 hektare. Sebanyak 70% ada di sini, Jawa Timur. Daerah lain ada Lampung, Sulawesi Selatan, Sumatra Utara, dan Jawa Tengah,” ungkap Mentan.
“Insyaallah dibantu dengan TNI, Polri, Kejaksaan. Nanti ada hasilnya kita butuh 35.000 hektare, tapi cadangan tadi ada 68.000 hektare. Insyaallah bisa jadi. Ini kita kerjakan sekarang, nanti kita kerjakan lagi, dilanjutkan Januari sampai Maret. Targetnya selesai. Anggaran semuanya totalnya itu seluruh Indonesia Rp1,6 triliun,” tutur Amran.
Terkait dengan importasi raw sugar atau gula kristal mentah dilaksanakan pemerintah di awal tahun 2025 guna mengantisipasi risiko fluktuasi harga gula konsumsi, terutama jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri. “Ini juga harus dilakukan untuk penguatan stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di BUMN.”
Namun demikian, langkah pengadaan raw sugar yang setara gula kristal putih 190.000 ton di tahun ini oleh ID FOOD tidak memberikan dampak negatif bagi petani dalam negeri, karena pengadaan tersebut tidak dilakukan pada saat panen raya. I
