Asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan gambut di Kalimantan Selatan (Kalsel) membumbung tinggi, demikian juga di beberapa wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), sehingga hujan menjadi harapan agar asap segera memudar.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan tiga armada pesawat Cessna Caravan guna mengoptimalkan upaya hujan buatan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
Perkuatan armada ini dilaksanakan sejak Selasa (22/9). Tiga bandar udara disiagakan sebagai base OMC, yakni Bandara Tjilik Riwut di Kota Palangkaraya dan Bandara Iskandar di Kota Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, serta Bandara Syamsudin Noor di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Optimalisasi OMC merupakan arahan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto pada rapat evaluasi dan koordinasi penanggulangan karhutla di Kalimantan Tengah dan Selatan.
“Asap ini tidak ada teknologi untuk menghilangkannya, hanya ada dua cara. Yang pertama angin, yang kedua hujan, karena sekecil apapun potensi adanya awan hujan, kita akan maksimalkan untuk modifikasi cuaca, untuk mendatangkan hujan buatan,” jelasnya.
Dari Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, armada Caravan PK-FPU terbang satu sortie pada Selasa (22/9) dan satu sortie pada Rabu (23/9).
Penerbangan sortie 1 dilakukan menggunakan pesawat PK-FPU dengan Engine On/Off pada pukul 14.10 WIB hingga 16.24 WIB dengan wilayah penyemaian awan dilakukan di Kabupaten Murung Raya.
Penyemaian awan dilakukan di ketinggian 11.000 – 12.000 feet dengan menghabiskan bahan semai Natrium Klorida (NaCl) sebanyak 1.000 kg.
Armada PK-YNA lepas landas dari Bandara Iskandar di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah untuk penyemaian awan hujan dari sektor Selatan Kalimantan Tengah.
Selama dua hari operasi, PK-YNA telah melakukan penyemaian sebanyak dua sortie dengan total 1.600 kg NaCl.
Pada penerbangan hari Rabu (23/9) target penyemaian di wilayah Pulang Pisau dan Tabalong dengan level ketinggian 10.000 feet sampai dengan 11.000 feet dan ditemukan awan Cumulus dan Cumulus Congestus dengan base awan berkisar 6.000 feet hingga 7.000 feet dan top awan berkisar 14.000 – 16.000 feet.
Penyemaian menghabiskan bahan semai NaCl sebanyak 800 kg. Selama proses penyemaian, arah angin dominan bertiup dari arah Tenggara dengan kecepatan 6 knot sampai dengan 7 knot.
Sementara itu, pesawat caravan dengan nomor registrasi PK-SNK bergerak dari Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru.
Hingga Rabu (23/9), PK-SNK telah melaksanakan empat sortie penerbangan.
Sebanyak 4.000 kilogram Natrium Klorida disemai di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, dan Tapin.
Pascaoperasi modifikasi cuaca, hujan dengan intensitas sedang dilaporkan turun di wilayah Kabupaten Pulang Pisau (Kalimantan Tengah), Desa Gunung Batu (Kalimantan Selatan), dan Desa Padangin (Kalimantan Selatan).
BNPB memastikan langkah – langkah modifikasi cuaca terus dilakukan secara terkoordinasi dan berbasis informasi cuaca terkini.
Pelaksanaan OMC akan terus disesuaikan dengan kondisi cuaca, hasil pemantauan lapangan dan kebutuhan penanganan di wilayah terdampak. I
