Kerja sama internasional harus memberi nilai tambah nyata bagi industri dalam negeri atau bagi kepentingan nasional.
Oleh karena itu, Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mendorong setiap kemitraan diarahkan pada produksi dan lokalisasi di Indonesia, pelibatan tenaga kerja nasional, serta alih teknologi yang memperkuat kemampuan industri dalam negeri.
“Saya menekankan agar kerja sama internasional harus dapat memberi nilai tambah yang nyata bagi industri nasional, sehingga setiap kemitraan turut memperkuat kemampuan industri kita,” katanya saat menerima kunjungan delegasi pemerintah dan pelaku usaha dari negara anggota BRICS di Kementerian Perindustrian, Jakarta.
Anggota penuh BRICS saat ini terdiri dari 11 negara, termasuk Indonesia yang resmi bergabung pada awal tahun 2025
Sebelumnya, BRICS adalah Brazil, Russia, India, China (Tiongkok), South Africa yang berupa organisasi antarpemerintah, tetapi kini berkembang menjadi Brazil, Russia, India, China (Tiongkok), South Africa, Iran, Mesir, Etiopia, Uni Emirat Arab, dan Indonesia.
Organisasi ini menjadi sebuah blok geopolitik, dengan pemerintah mereka bertemu setiap tahunnya dalam sebuah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) formal dan mengoordinasikan kebijakan multilateral sejak tahun 2009.
Hubungan bilateral di antara BRICS dilakukan khususnya berdasarkan pada prinsip non-intervensi, kesetaraan dan saling menguntungkan.
Pertemuan Wamenperin Riza beserta jajarannya bersama dengan delegasi pemerintah dan pelaku usaha dari negara anggota BRICS ini menjadi ruang untuk saling mengenal potensi, serta menjajaki peluang kerja sama industri di sejumlah sektor strategis.
Sektor – sektor strategis tersebut meliputi teknologi informasi dan komunikasi, sarana transportasi, permesinan, serta teknologi otomasi dan pengolahan limbah.
Wamenperin Riza juga menegaskan agar pengembangan industri berbasis teknologi berjalan seimbang dengan aspek lingkungan dan juga sejalan dengan dorongan penerapan Standar Industri Hijau.
“Pemerintah Indonesia siap untuk memfasilitasi tindak lanjut pertemuan ini dan Kementerian Perindustrian akan membantu menjembatani pemenuhan standar dan sertifikasi produk, serta menghimpun kebutuhan proyek bersama sektor swasta sebagai dasar business matching,” jelasnya.
Wamenperin Riza berharap pertemuan tersebut dapat berlanjut menjadi kerja sama konkret yang memperkuat daya saing industri nasional dan membuka lebih banyak peluang investasi di sektor manufaktur. I
