PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), anak perusahaan DIM yang berfokus pada pengembangan infrastruktur Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), menyambut baik penetapan tiga proyek fasilitas PSEL sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh pemerintah.
Ketiga proyek tersebut mencakup fasilitas PSEL di Bekasi, Bogor Raya dan Denpasar Raya, yang juga merupakan bagian dari gelombang pertama pelaksanaan proyek PSEL.
Penetapan ini mengacu pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 yang memasukkan Program Pengelolaan Sampah Terpadu ke dalam Daftar Proyek Strategis Nasional dan Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018, serta Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 mengenai percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi berbasis teknologi ramah lingkungan.
Status PSN menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi kini menjadi bagian dari agenda prioritas nasional.
Selain berkontribusi pada penyelesaian persoalan sampah perkotaan, proyek – proyek ini juga diharapkan mendukung peningkatan bauran energi terbarukan, pengurangan emisi dan pembangunan infrastruktur perkotaan yang lebih berkelanjutan.
PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) adalah perusahaan yang berfokus pada pengembangan infrastruktur Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang didirikan di bawah naungan PT Danantara Investment Management (DIM), untuk mengimplementasikan pengembangan PSEL sebagaimana diamanatkan dalam Perpres Nomor 109 Tahun 2025.
Denera hadir sebagai entitas yang mengkoordinasikan dan mengakselerasi pengembangan proyek PSEL di Indonesia, dengan mengintegrasikan tata kelola investasi, mitra teknologi dan pelaksana proyek dalam ekosistem yang terintegrasi.
Sebagai perusahaan yang dibentuk untuk mengembangkan platform PSEL nasional, Denera bertugas mengembangkan proyek – proyek pengolahan sampah menjadi energi melalui investasi strategis, pemilihan teknologi dan kemitraan lintas sektor.
Menurut Chief Executive Officer DIM Pandu Sjahrir, penetapan PSN terhadap tiga proyek ini merupakan momentum penting dalam membangun fondasi industri PSEL Indonesia.
“Melalui Denera, kami ingin membantu percepatan realisasi ekosistem Waste-to-Energy yang mampu menjadi bagian dari solusi jangka panjang atas tantangan pengelolaan sampah di Indonesia,” ungkapnya.
Penetapan PSN terhadap di tiga lokasi gelombang pertama ini menunjukkan komitmen Pemerintah untuk menghadirkan solusi yang terintegrasi untuk mengatasi krisis sampah.
Inisiatif ini mencakup perbaikan sistem pengelolaan sampah, pengurangan ketergantungan pada TPA hingga optimalisasi pemanfaatan sampah menjadi energi.
Penetapan PSN dilakukan melalui Surat Keterangan Proyek Strategis Nasional yang diterbitkan oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia kepada masing – masing Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) di ketiga lokasi tersebut.
Tiga BUPP yang telah memperoleh status PSN tersebut adalah:
- PSEL Kota Bekasi (Provinsi Jawa Barat) yang dilaksanakan oleh Bekasi Environment Nusantara.
- PSEL Bogor Raya (Provinsi Jawa Barat) yang dilaksanakan oleh Nusantara Bogor New Energy.
- PSEL Denpasar Raya (Provinsi Bali) yang dilaksanakan oleh Nusantara Bali New Energy.
Ketiga BUPP ini dibentuk berdasarkan pemilihan mitra PSEL oleh DIM, dengan BUPP akan bertanggung jawab atas pengembangan dan pelaksanaan proyek di masing – masing lokasi sesuai rencana, serta tata kelola yang telah disepakati bersama pemerintah.
Dengan status PSN, proyek – proyek tersebut akan memperoleh dukungan pelaksanaan melalui penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, fasilitasi penyelesaian hambatan proyek dan berbagai instrumen yang diperlukan untuk memastikan pembangunan berjalan secara efisien, serta sesuai target.
Chief Executive Officer Denera Fadli Rahman mengatakan, penetapan PSN ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah melalui PSEL bukan lagi sekadar kebutuhan daerah, melainkan bagian dari kepentingan strategis nasional.
Bagi Denera, lanjutnya, status ini tidak hanya mempercepat realisasi di tiga lokasi awal, tetapi juga menjadi pijakan penting bagi pengembangan fasilitas PSEL di lokasi – lokasi berikutnya.
Sebagai bagian dari upaya transformasi pengelolaan sampah nasional, DIM dan Denera memandang ketiga proyek ini sebagai fondasi awal pengembangan ekosistem PSEL di Indonesia.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah, pemerintah daerah, mitra teknologi, dan berbagai pemangku kepentingan, Denera berupaya menghadirkan solusi yang tidak hanya menjawab tantangan persampahan perkotaan, tetapi juga menciptakan nilai lingkungan, sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. I






