Indonesia siap membangun industri chip nasional, karena memiliki potensi besar yang perlu dihubungkan dalam satu ekosistem yang saling memperkuat, dari kekayaan sumber daya mineral, riset dan inovasi, kapasitas manufaktur hingga pengembangan talenta, serta kebutuhan industri.
Hal tersebut mengemuka dari pertemuan tiga wakil menteri yang membahas mengenai upaya memperkuat ekosistem industri semikonduktor Indonesia.
Ketiga wakil menteri tersebut adalah Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung dan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, serta perwakilan Kementerian Ristek Dikti di Jakarta.
“Saya bersama Wakil Menteri ESDM, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, perwakilan Kementerian Ristek Dikti, serta ERIA menggelar rapat koordinasi untuk memperkuat ekosistem industri semikonduktor Indonesia,” ujar Wamenperin Riza.
Menurutnya, dalam pertemuan tersebut, pembahasan dari berbagai aspek strategis yang perlu dipersiapkan secara terintegrasi, mulai dari penguatan industri hulu hingga hilir, pemanfaatan mineral kritis sebagai bahan baku, kesiapan sinergi dan infrastruktur digital hingga pengembangan riset, teknologi dan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Saat ini adalah langkah baru bagi industri semikonduktor nasional, pasalnya, dengan ekosistem yang terintegrasi dan kolaborasi yang semakin solid, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar, tapi mampu mengambil peran yang lebih besar dan strategis dalam rantai pasok semikonduktor global,” jelas Wamenperin Riza.
Sebagai tindak lanjut, dia menegaskan bahwa dalam waktu dekat akan ada kegiatan bersama lintas kementerian untuk membahas penguatan industri hulu semikonduktor nasional.
“Pertemuan ini diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi dengan mitra internasional, memperoleh masukan strategis dari para ahli, sekaligus mengidentifikasi peluang pengembangan rantai pasok bahan baku dan manufaktur semikonduktor Indonesia,” ungkap Wamenperin Riza.
Dia menambahkan bahwa langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun fondasi industri semikonduktor nasional yang kuat, terintegrasi dan berdaya saing menuju masa depan industri Indonesia yang semakin maju.
“Sekarang ini Indonesia menuju industri masa depan, dengan membangun industri chip, bahkan tidak hanya itu, melainkan membangun dari industri mineral hingga chip,” kata Wamenperin Riza.
Sebelumnya, dia mengatakan bahwa Kementerian Perindustrian (Kemenperin) turut menekankan pentingnya roadmap sebagai panduan strategis dalam menyiapkan kapasitas industri nasional, termasuk pengembangan talenta dan dukungan infrastruktur.
“Inpres Semikonduktor ini nantinya diharapkan menjadi fondasi baru dalam industri teknologi di Indonesia,” tegasnya.
Wamenperin Riza menuturkan bahwa melalui langkah tersebut, diharapkan Inpres yang disusun dapat menjadi landasan kebijakan yang kuat dan implementatif dalam mendorong kemandirian, serta meningkatkan daya saing industri semikonduktor Indonesia di tengah dinamika global.
Selama ini, pemerintah sudah melakukan berbagai pembahasan lintas kementerian/lembaga dalam pengembangan industri semikonduktor nasional untuk menyelaraskan kebijakan lintas kementerian, seiring dengan penetapan semikonduktor sebagai Kegiatan Prioritas Utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025 – 2029 dan sebagai fondasi transformasi industri nasional. I






