Transmigrasi Diarahkan Bangun Kawasan Ekonomi Terintegrasi

Program transmigrasi diarahkan membangun kawasan ekonomi terintegrasi melalui penguatan komoditas unggulan, infrastruktur, dan pemberdayaan masyarakat di kawasan transmigrasi.

Menurut Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi, transformasi transmigrasi kini tidak lagi semata berorientasi pada perpindahan penduduk, melainkan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi, baik warga transmigran maupun masyarakat lokal.

“Program transmigrasi bukan semata berorientasi kepada perpindahan jumlah penduduk saja, tapi kita fokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi,” ujarnya dalam Festival Nanas 2026 di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Riau.

Dia menjelaskan, demplot atau lahan percontohan yang ditinjau di BPPMT Pekanbaru menjadi bagian dari persiapan penerapan program di kawasan transmigrasi sesuai kondisi iklim dan kebutuhan calon transmigran, antara lain budidaya nanas moris, bioflok ikan nila, ternak ayam kampung unggul balitbangtan (KUB), dan tanaman hidroponik.

“Akan kita terapkan di kawasan transmigrasi, salah satunya demplot penanaman nanas moris, kemudian demplot budidaya nila, ayam KUB, dan tanaman hidroponik,” katanya.

Menurut Viva Yoga, salah satu kawasan transmigrasi baru yang disiapkan antara lain Barelang (Batam, Rempang, Galang) yang akan didorong mengembangkan bioflok ikan nila dan hidroponik sebagai bagian dari model pemberdayaan ekonomi dan kemandirian pangan rumah tangga.

Program transmigrasi, lanjutnya, juga diarahkan berkontribusi pada ketahanan pangan, terutama penguatan sumber karbohidrat dan pengembangan protein hewani melalui budidaya ikan di kawasan transmigrasi.

“Untuk tahun 2026, kita akan lebih fokus kepada pengembangan pemenuhan kebutuhan protein, terutama protein hewani, dan di kawasan transmigrasi kita ingin mengembangkan bioflok nila,” tuturnya.

Dia menuturkan bahwa strategi tersebut didukung dengan peningkatan sarana dan prasarana dasar di kawasan transmigrasi, mulai dari jalan, jembatan, fasilitas umum hingga pendidikan agar kawasan menjadi lebih menarik bagi aktivitas ekonomi dan investasi.

Baca Juga:  Pupuk Subsidi 2026 Sudah Bisa Ditebus Mulai 1 Januari

“Kita menginginkan kawasan transmigrasi menjadi kawasan strategis untuk investasi dan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat di kawasan transmigrasi,” jelasnya.

Dalam rangkaian kegiatan Festival Nanas di BPPMT Pekanbaru, Viva Yoga juga meninjau demplot, melakukan penanaman nanas moris, memberi pakan ikan nila, menebar benih ikan dan berdialog dengan petani dan pelaku Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) setempat.

Viva Yoga berharap model pengembangan berbasis komoditas dan demplot yang disiapkan melalui balai pelatihan dapat direplikasi di kawasan transmigrasi lain, sehingga kawasan transmigrasi tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi tumbuh sebagai pusat aktivitas ekonomi baru yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. I

Kirim Komentar