Wagub Banten Apresiasi Museum Sepeda Keliling Dunia

Museum merupakan destinasi yang memiliki nilai edukasi dan sejarah, bahkan Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan, museum dapat memperkaya objek wisata di Provinsi Banten, sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan usai menghadiri acara Re-launching Museum Sepeda Pramuka Keliling Dunia di Jalan Pemuda, Karundang, Kota Serang.

Menurutnya, museum sebagai bagian dari sektor pariwisata perlu dikembangkan, selain wisata alam, wisata religi dan wisata kuliner, museum menjadi daya tarik yang dapat memberikan pengetahuan dan wawasan kepada masyarakat.

“Mudah – mudahan museum ini bisa memberikan cakrawala dan apalagi hidup itu seperti roda sepeda, life is like riding bicycle, to keep balance you have to moving, jadi tetap harus bergerak dan harus hidup dan hidup seperti roda kehidupan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Museum Sepeda Pramuka Keliling Dunia Wulida Putra mengatakan, kegiatan pembukaan museum merupakan bagian dari upaya memperkenalkan kembali museum kepada masyarakat sebagai destinasi wisata edukasi.

Di museum ini menyajikan dokumentasi perjalanan Fauna Sukma Prayoga yang mengelilingi dunia dengan sepeda yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda.

Alhamdulillah, museum ini berjalan dengan baik, museum tempat wisata edukasi,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Fauna melakukan perjalanan bersepeda keliling dunia sejak tahun 1985 hingga tahun 1991. Perjalanan dimulai dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Serang pada 14 Agustus 1985.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Sumatera, Singapura, Malaysia, Thailand, Birma, Bangladesh, India, Pakistan, Afghanistan, kemudian ke Timur Tengah dan mendapatkan kesempatan masuk Kota Mekkah.

Pada periode 1988 – 1989, dia melanjutkan perjalanan menuju Afrika menyeberangi Laut Merah menggunakan kapal ke Somalia, lalu ke Mesir, Jordania, Suriah, Turki, ke Eropa Barat, dan Eropa Timur.

Tahun 1989 – 1990, perjalanannya dilanjutkan dari Inggris menuju Amerika, Kanada, Hawai, Jepang, Taiwan terus berlanjut hingga Benua Australia.

Lalu, tahun 1990 – 1991, dia kembali ke Indonesia dengan membawa sejuta kenangan dan pengalaman, serta menginisiasi pembuatan museum sepeda di Nancang Cilik, Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang. I

 

 

Kirim Komentar