Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pendataan kejadian bencana dan penanganannya yang dilaporkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terdampak, pada periode Sabtu (20/6) sampai Minggu (21/6) pukul 07.00 WIB.
Laporan pertama yaitu, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di dua desa di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Sabtu (20/6).
Api menghanguskan lahan seluas 5,3 hektare yang berada di Desa Simpang Lima, Kecamatan Cintapuri Darussalam,dan Desa Pesayangan, Kecamatan Martapura.
Adapun rincian area terbakar adalah dua hektare lahan di Desa Simpang Lima dan 3,3 hektare lahan di Desa Pesayangan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar bersama tim gabungan langsung menuju lokasi terdampak untuk melakukan pemadaman.
Kondisi terkini api yang membakar Desa Simpang Lima berhasil dipadamkan, tapi untuk wilayah Desa Pesayangan masih dilakukan pemadaman.
Kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Sabtu (20/6) pukul 15.45 WIB.
Dilaporkan lahan seluas tiga hektare yang berada di Desa Kaligawe Kecamatan Pedan, ludes dilalap si jago merah.
Penyebab kebakaran diduga setelah terjadinya pembakaran sampah yang kemudian merambat ke lahan dan rumput yang mulai mengering.
BPBD Kabupaten Klaten bersama tim gabungan berhasil memadamkan api. Kemudian BPBD mengimbau kepada warga agar tidak melakukan pembakaran sampah di saat cuaca kering dan terjadi angin kencang.
Masih di Kabupaten Klaten, BPBD juga lakukan pendistribusian air bersih berjumlah 60.000 liter atau 12 tangki air, kepada warga yang berada di Kecamatan Kemalang pada Sabtu (20/6).
Pengiriman air ini sebagai tindak lanjut dari sulitnya warga untuk mendapatkan air bersih, karena musim kemarau.
Situasi tersebut menyebabkan berkurangnya debit air pada sumber air bersih yang digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Bencana kekeringan juga melanda wilayah Kabupaten Bekasi Jawa Barat sejak awal Juni 2026, wilayah terdampak antara lain Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru dan Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah.
Merespons hal itu, BPBD Kabupaten Bekasi mendistribusikan air bersih sebanyak 10.000 liter ke dua desa terdampak tersebut pada Sabtu (20/6).
Sementara itu, kejadian serupa turut melanda wilayah Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
BPBD Kabupaten Bima melakukan distribusi air bersih sebanyak 10.000 liter air kepada warga yang berada di Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, pada Sabtu (20/6).
Hal ini dilakukan untuk mengurangi dampak kekeringan dan kesulitan air bersih yang dialami warga.
Laporan selanjutnya yaitu, BPBD Kabupaten Banjarnegara mendistribusikan empat tangki air dengan volume per tangki sebanyak 5.000 liter pada Sabtu (20/6).
Pendistribusian ini dilakukan karena warga Desa Serang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Hal ini terjadi setelah terjadinya kemarau sejak awal Juni 2026.
Menanggapi banyaknya fenomena kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, BNPB mengimbau kepada warga untuk menghemat dan memprioritaskan pemanfaatan air bersih dengan bijak, selain itu warga dapat menyediakan tempat penampungan air hujan untuk mengantisipasi berkurangnya sumber air bersih.
Kemudian, bagi pemerintah daerah agar melakukan pencegahan dan penanganan kekeringan dengan cara membuat embung atau tempat penampungan air berskala besar sebagai cadangan air bagi warga.
Sementara itu, menyikapi fenomena kebakaran hutan dan lahan, warga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran sampah di lahan yang kering dan lakukan pengelolaan sampah dengan bijak.
Selain itu, warga diharap tidak membuka lahan dengan cara membakar karena api dapat menyambar ke lahan yang ada di sekitarnya sehingga menyebabkan kebakaran cukup masiv.
Bagi pemerintah daerah setempat agar rutin melakukan sosialisasi guna mencegah kebakaran terjadi. I
