Wagub Minta Baznas Provinsi Banten Buat Terobosan Pengelolaan Zakat

Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendorong Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk melakukan inovasi dan terobosan untuk meningkatkan pengelolaan zakat, infak dan sedekah.

Apalagi, Baznas menjadi salah satu pendukung program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.

Hal itu disampaikan Dimyati dalam Rapat Koordinasi dengan Baznas Provinsi Banten di Kelurahan Cimuncang, Kota Serang, sekaligus menunaikan zakat melalui Baznas.

Lembaga Baznas adalah lembaga pemerintah nonstruktural sehingga harus bisa membantu pemerintah, termasuk dalam pemberantasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat dengan sifatnya membantu pemerintah di bidang cash program.

Oleh sebab itu, Baznas harus memiliki program strategis dengan perencanaan yang matang. Dari perencanaan tersebut kemudian dirumuskan rencana aksi atau visi dan misi.

“Bantuan Baznas cukup efektif. Baznas juga harus melakukan inovasi atau terobosan berbeda agar terjadi peningkatan. Dalam operasional harus efektif dan efisien, jangan high cost,” kata Dimyati.

Dalam kesempatan itu, Wagub juga kembali menekankan pengelolaan zakat yang harus tepat sasaran.

Misalnya, program untuk bantuan renovasi Rumah Tidak Layah Huni (RTLH) untuk masyarakat yang sudah tidak produktif atau lansia dan disabilitas.

Selain itu, bantuan juga harus tepat sasaran berdasarkan informasi di lapangan.

Dimyati mengakui bahwa saat di lapangan, dirinya pernah didatangi seorang lansia yang meminta bantuan untuk renovasi RTLH.

Sementara itu, untuk yang masih produktif atau generasi muda, Baznas bisa bergerak di bantuan permodalan, bahkan jika perlu, fokus pada orang yang berhak menerima zakat. “Pilihlah mustahik yang betul – betul membutuhkan.”

Dalam laporannya, Ketua Baznas Provinsi Banten Wawan Wahyuddin menegaskan, dalam masa tiga bulan bekerja setelah dilantik, Baznas telah melaksanakan tugas pengumpulan, pendistribusian, pengendalian dan pelaporan zakat, infak, serta sedekah.

Baca Juga:  Kementan dan Baznas Kolaborasi Tingkatkan Produktivitas Petani Kecil

Dia juga mengungkapkan rencana Baznas Provinsi Banten yang akan meluncurkan gerakan infak pelajar tingkat SMA dan SMK pada 10 April 2026.

“Rencana sosialisasi zakat, infak, sedekah kepada pelaku industri di Cikupa, Kabupaten Tangerang,” katanya.

Dalam rapat juga disampaikan bahwa hingga Maret 2026, pengumpulan zakat, infak, sedekah di Provinsi Banten mencapai Rp12 miliar.

Dengan rincian sekitar 70% atau Rp8 miliar dikelola oleh UPZ Baznas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, sedangkan 30% atau Rp 4 miliar dikelola oleh Baznas Provinsi Banten.

Mengenai zakat, infak, sedekah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Banten, dalam satu tahun bisa mencapai Rp19 miliar atau Rp1,6 miliar per bulan. I

Kirim Komentar