Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa pemerintah tengah melakukan langkah – langkah intensif untuk mengatasi krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang.
Menurutnya, upaya pemulihan distribusi air pascabencana merupakan prioritas yang melibatkan kerja sama berbagai instansi pemerintah.
Dalam wawancara dengan media usai menghadiri Grand Opening BYD di Kecamatan Kuranji, Fadly Amran menjelaskan bahwa gangguan distribusi air saat ini merupakan dampak langsung dari bencana banjir bandang yang merusak infrastruktur vital, termasuk unit intake milik PDAM.
Saat ini, upaya perbaikan terus dilakukan secara bertahap di lapangan.
Poin – poin utama terkait penanganan krisis air yang sudah dan sedang dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Padang adalah pemulihan infrastruktur terhadap kerusakan pada unit – unit intake akibat banjir bandang.
Selanjutnya, penggantian pipa dan saat ini tim teknis telah melakukan penggantian pipa – pipa yang rusak, meskipun saat ini statusnya masih bersifat sementara (temporary), sehingga layanan belum kembali prima.
Kemudian, sinergi antarlembaga juga dikakukan dan penanganan tidak hanya dibebankan kepada PDAM, melainkan melibatkan lintas instansi Pemko, Pemprov, Balai Wilayah Sungai (BWS) hingga koordinasi dengan kementerian terkait.
Seluruh pihak terkait saat ini, kata dia, sedang bekerja keras untuk memaksimalkan distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak pascabencana.
“Ini bukan masalah PDAM saja, ini masalah kita bersama. Beban ini harus kita pikirkan secara bersama – sama. Pemerintah kota, provinsi hingga balai dari kementerian sedang bekerja untuk memaksimalkan distribusi air,” jelas Fadly Amran. I
