Pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) berbasis kelapa menjadi sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah di Kabupaten Minahasa Selatan, menyusul besarnya potensi surplus produksi kelapa di wilayah ini.
Sebagai upaya pengembangan lebih lanjut dari IKM berbasis kelapa, Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar melakukan audiensi ke Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza di Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
“Saya menerima audiensi dari Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar untuk membahas pengembangan Industri Kecil dan Menengah berbasis kelapa sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah,” katanya.
Menurut Wamenperin Riza, pertemuan tersebut mendiskusikan berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah, sekaligus mengidentifikasi sejumlah tantangan, mulai dari optimalisasi bantuan sarana produksi, dukungan infrastruktur kelistrikan, hingga pengelolaan sentra IKM agar dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
“Surplus kelapa melimpah, membuat Minahasa Selatan harus tancap gas mengembangkan Industri Kecil dan Menengah,” tegasnya.
Kabupaten Minahasa Selatan memiliki potensi besar dengan surplus produksi kelapa dan dukungan sekitar 15 perusahaan pengolahan kelapa.
Namun demikian, para pelaku IKM masih memerlukan penguatan, khususnya dalam peningkatan kualitas kemasan sistem pengemasan produk, agar hasil olahan kelapa, seperti Virgin Coconut Oil (VCO) dan produk turunannya mampu bersaing, serta menembus pasar ritel yang lebih luas.
Ke depan, Wamenperin Riza menambahkan, peluang kolaborasi lintas sektor akan teruis diupayakan guna mendorong percepatan hilirisasi kelapa dan peningkatan nilai tambah bagi daerah.
“Dengan potensi yang dimiliki dan sinergi yang terus diperkuat, saya optimistis Minahasa Selatan dapat tumbuh sebagai pusat pengembangan industri kelapa yang berdaya saing, mandiri dan berkelanjutan,” tuturnya.
Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan berupaya memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat guna mendorong pertumbuhan industri yang berdaya saing dan berkelanjutan di daerah.
Pertemuan berlangsung dalam suasana konstruktif dengan pembahasan terkait arah kebijakan dan peluang dukungan pengembangan sektor industri di Kabupaten Minahasa Selatan.
Kunjungan kerja ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap percepatan pembangunan industri daerah dan peningkatan perekonomian masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan. I
