282.000 Unit Usaha Jadi Target Pendataan SE 2026 di Kabupaten Bekasi

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bekasi menerjunkan sebanyak 2.312 petugas untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) tahun 2026 di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Dari jumlah tersebut, petugas sensus terbagi menjadi dua, yakni terdiri dari 2.044 Petugas Lapangan Sensus (PPL) dan 268 Pemeriksa Lapangan Sensus (PML) yang akan melakukan pendataan langsung terhadap berbagai aktivitas usaha masyarakat di seluruh kecamatan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bekasi Krido Saptono mengatakan, progres pelaksanaan SE 2026 telah dimulai sejak 15 Juni dan akan berlangsung hingga akhir Agustus 2026.

Menurutnya, pendataan dilakukan secara langsung melalui wawancara ke setiap unit – unit usaha.

“Progres sampai saat ini kita sudah mencapai sekitar 32% untuk pencacahan lapangannya. Alhamdulillah, pelaksanannya masih terus berjalan oleh para petugas di lapangan,” ujarnya usai kegiatan Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Gedung Bupati Bekasi.

Krido menambahkan, sensus ini bertujuan untuk memetakan potensi ekonomi di setiap wilayah yang ada di Kabupaten Bekasi.

Sensus Ekonomi 2026 menyasar seluruh unit usaha di berbagai sektor baik sektor pertanian, jasa, perhotelan, ekonomi digital hingga sektor ekonomi riil lainnya.

“Selain pemetaan potensi ekonomi, hasil sensus ini juga nantinya akan menjadi acuan sebagai dasar untuk kebijakan pemerintah di sektor ekonomi, terutama dalam pengembangan ekonomi baik usaha berskala besar sampai dengan skala UMKM,” tuturnya.

Krido menyebutkan, BPS Kabupaten Bekasi sendiri menargetkan pendataan terhadap sekitar 282.000 unit usaha di Kabupaten Bekasi. Namun jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring dinamika perkembangan ekonomi daerah.

“Dari target 282.000 ini, kemungkinan jumlah ini bisa saja bertambah seiring usaha – usaha baru yang bermunculan, termasuk usaha rumahan yang ada di sekitar kita,” jelasnya.

Baca Juga:  Wali Kota Bekasi Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan saat Listrik Padam

Dalam pelaksanaannya, dia menambahkan, BPS menggunakan dua metode pendataan.

Metode pertama adalah Computer Assisted Web Interviewing (CAWI) yaitu pendataan yang dikirimkan melalui surat elektronik (email) khusus bagi perusahaan – perusahaan besar.

Krido menuturkan, metode CAWI adalah digunakan untuk pendataan melalui formulir yang disebarkan melalui email.

“Metode ini biasanya untuk perusahaan-perusahaan besar dan mereka mengisi data usahanya secara mandiri,” jelas Krido.

Kemudian, metode Kedua adalah menggunakan metode Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) merupakan pendataan yang dilakukan secara langsung atau door to door oleh petugas lapangan dengan memanfaatkan perangkat gawai (handphone).

Menyikapi isu yang beredar di medsos, Kepala BPS Kabupaten Bekasi memastikan bahwa pendataan SE 2026 tidak ada kaitannya dengan soal pajak.

BPS juga menjamin kerahasiaan data sensus sesuai dengan amanat Undang – Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

“Kami konfirmasi bahwa Sensus Ekonomi tidak ada kaitannya dengan Pajak. Jadi, masyarakat dan pelaku usaha tidak perlu takut untuk memberikan data yang benar sesuai kondisi di lapangan,” ungkapnya.

Seluruh informasi yang disampaikan dijamin kerahasiaannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan.

“Jadi berikanlah gambaran yang sebenarnya, karena data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran,” ujar Krido.

Selain itu, dia menyampaikan bahwa petugas sensus telah dibekali pelatihan secara intensif agar lebih matang sebelum diterjunkan ke lapangan.

Pelatihan dilaksanakan selama lima hari yang terbagi menjadi dua hari pelatihan daring dan tiga hari pelatihan tatap muka.

“Kita juga telah menyelenggarakan delapan Training Center untuk melakukan pelatihan kepada petugas selama tiga gelombang. Dalam pelatihan itu, tujuannya untuk menyamakan persepsi petugas, mempertajam pemahaman konsep dan definisi statistik, serta memastikan seluruh petugas memiliki pemahaman sebelum diterjunkan ke lapangan,” tuturnya.

Baca Juga:  Jateng Sambut Peningkatan Ekonomi Daerah dari Tradisi Mudik Lebaran

Krido mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi agar menerima kedatangan petugas sensus dari BPS dan bisa memberikan informasi yang benar, jujur, serta akurat sesuai dengan kondisi yang ada.

“Kami mengharapkan masyarakat khususnya para pelaku usaha dapat menerima petugas kami dengan baik dan tidak menolak kehadiran mereka,” katanya.

BPS meminta masyarakat untuk memberikan jawaban yang benar sesuai dengan kondisi usaha masing – masing agar data yang dihasilkan benar – benar mencerminkan potret usaha masing – masing.

“Kami berharap pelaksanaan sensus ini dapat berjalan lancar hingga selesai pada akhir Agustus,” jelas Krido. I

Kirim Komentar