Pemulihan Pascabencana Sumatra Butuh Tiga Tahun

Proses pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Provinsi Sumatra Utara, Sumatra Barat dan Aceh membutuhkan waktu dua tahun sampai dengan tiga tahun.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memperkirakan, ketiga provinsi tersebut bisa pulih paling cepat dalam waktu dua tahun, tapi secara realistis pemerintah menyiapkan rencana pemulihan hingga tiga tahun ke depan.

“Paling cepat dua tahun. Itu paling cepat, tapi di dalam proposal rencana kita ke Bappenas, kita bikin tiga tahun,” jelasnya dalam Taklimat Media Perkembangan Penanganan Bencana di Kantor Kementerian PU, Jakarta.

Menteri Dody menejelaskan, lamanya waktu pemulihan dipengaruhi oleh beragam pekerjaan infrastruktur yang terdampak, mulai dari sektor jalan dan jembatan hingga sumber daya air.

Pasalnya, dia menambahkan, sejumlah proyek fisik membutuhkan waktu lebih panjang dan tidak bisa diselesaikan secara cepat.

Menteri PU mencontohkan, pembangunan sabo dam, cekdam (check dam) yang memerlukan proses bertahap, penanganan ruas Tarutung – Sibolga yang membutuhkan waktu hingga pemulihan Jalan Tol Lembah Anai yang diperkirakan membutuhkan waktu satu hingga dua tahun. “Jadi ada beberapa pekerjaan fisik yang memang tidak bisa cepat selesai.”

Justru prioritas awal pemerintah saat ini, lanjutnya, adalah memastikan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan normal dengan membuka akses wilayah yang sebelumnya terisolasi.

“Pokoknya desa tidak boleh terisolir. Itu dulu yang saya kejar,” tegas Menteri PU.

Seiring dengan selesainya perbaikan jalan dan jembatan nasional, Dody memastikan tidak ada lagi kabupaten maupun kota yang terisolasi.

Kepastian tersebut disampaikan berdasarkan pembaruan kondisi hari ke-52 setelah bencana.

Dia juga melaporkan seluruh jalan dan jembatan nasional yang terdampak telah kembali berfungsi secara fungsional.

Tercatat ada 99 ruas jalan nasional dan 33 jembatan nasional yang sempat terputus, tapi kini seluruhnya sudah dapat dilalui, meski sebagian masih bersifat sementara, bahkan tantangan besar masih terjadi di tingkat daerah.

Baca Juga:  KEPALA BNPB TINJAU TEMPAT RELOKASI WARGA TERDAMPAK GEMPA CIANJUR

“Sekarang kita fokus kepada kecamatan dan desa, karena masih ada sekitar hampir 2.000-an jalan, jembatan daerah yang masih putus,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, secara keseluruhan infrastruktur daerah yang terdampak bencana mencapai 2.710 unit, terdiri dari sekitar 1.900 ruas jalan daerah dan 753 jembatan daerah.

Hingga saat ini, jalan daerah yang sudah kembali berfungsi secara fungsional diperkirakan mencapai 72%, sedangkan jembatan daerah yang telah tertangani masih sangat terbatas, baru sekitar 12%. I

 

Kirim Komentar