Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengarahkan kepala desa di Kecamatan Mekarmukti, Caringin dan Bungbulang untuk mempercepat pembangunan melalui pengembangan jagung terintegrasi guna menekan kemiskinan ekstrem, putus sekolah, serta angka kematian ibu dan anak di wilayah Selatan.
Dia menyatakan bahwa Garut Selatan membutuhkan lompatan pembangunan karena kondisi sosial ekonomi masyarakat masih tertinggal dibandingkan dengan wilayah lain.
Data kemiskinan ekstrem, tingginya anak putus sekolah dan kasus kematian ibu, serta anak menjadi alasan pemerintah daerah menyusun strategi berbasis dampak langsung.
“Tentu saja di otak saya bahwa harus ada akselerasi dan akselerasi itu selalu membutuhkan dana yang besar. Contohnya kita ingin ada penyerapan tenaga kerja, ada industri, tapi tidak usah selalu industri pabrik, tapi pariwisata juga bisa menyerap tenaga kerja. Restoran hotel itu juga bisa menyerap tenaga kerja,” ungkap Bupati Garut.
Dia menilai, sektor pertanian dan peternakan selama ini belum memberi nilai tambah maksimal, karena komoditas dijual mentah tanpa proses hilirisasi.
Jagung dinilai menjadi komoditas strategis karena menjadi bahan baku utama pakan ternak untuk mendukung program Makanan Bergizi Gratis dari pemerintah pusat.
“Tapi dari sekian komoditi itu saya melihat ada yang potensial, yaitu jagung. Karena jagung ini sekarang lagi seksi, kenapa seksi? Adalah komoditi yang diperlukan untuk mendukung dari bidang yang lain,” tuturnya.
Bupati Abdusy berencana membangun ekosistem terintegrasi dengan menghadirkan pabrik pakan dekat sentra jagung dan peternakan ayam pedaging agar ongkos produksi turun dan harga pangan lebih terjangkau.
“Saya lihat di Blitar itu katanya mereka sudah ada ekosistem jadi pakannya disitu, peternakannya disitu, sehingga ongkos produksi jadi murah sehingga ketika dijual secara keseluruhan harga telur di Blitar lebih murah dari Garut karena semua tergabung terintergrasi,” katanya.
Model tersebut diharapkan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petani dan menjadikan selatan Garut sebagai bagian penting rantai pasok pangan nasional.
Sejumlah kepala desa menyambut rencana tersebut karena warga membutuhkan solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Langkah percepatan ini diarahkan agar pertumbuhan ekonomi wilayah Selatan mampu menekan kemiskinan secara bertahap dan berkelanjutan. I





