Banjir bandang menerjang Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Jumat (6/3) pukul 20.00 Wita, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Derasnya aliran air menyebabkan delapan warga terseret arus. Akibatnya dua orang meninggal dunia, dua orang masih dalam pencarian, dan empat orang lainnya berhasil selamat.
Pada Sabtu (7/3), seluruh korban meninggal dunia telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah duka oleh tim gabungan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng bersama tim gabungan yang melibatkan berbagai unsur, seperti Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Buleleng, dan BPBD Provinsi Bali.
Selain itu, BPBD Kabupaten Buleleng, Tim SAR, Palang Merah Indonesia (PMI), pemerintah desa setempat, masyarakat sekitar terus melakukan operasi pencarian, dan penyelamatan (Search and Rescue/SAR) terhadap dua warga yang masih hilang.
Tim gabungan juga melakukan pembersihan awal material lumpur, tanah dan sampah pada rumah warga yang terdampak serta pembersihan material longsoran yang sempat menutup akses jalan.
BPBD Kabupaten Buleleng telah menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak dan melakukan kaji cepat untuk mengetahui dampak bencana secara menyeluruh.
Selain menimbulkan korban jiwa, banjir bandang juga menyebabkan sejumlah rumah warga terdampak material lumpur, tanah dan sampah yang terbawa arus.
Hingga saat ini, kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.
Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Bali masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir, serta angin kencang dalam dua hari ke depan.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor, terutama di wilayah dengan topografi perbukitan dan daerah aliran sungai.
Menyikapi kondisi tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, serta langkah mitigasi bencana.
Pemerintah daerah diharapkan memperkuat pemantauan kondisi cuaca dan potensi ancaman bencana, memastikan kesiapan personel dan peralatan penanganan darurat, serta mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah rawan bencana.
Masyarakat yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai dan wilayah perbukitan diimbau untuk tetap waspada, khususnya saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi lama.
Warga juga disarankan untuk membersihkan saluran drainase, tidak membuang sampah ke sungai dan segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman apabila terjadi peningkatan debit air secara tiba – tiba.
BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah, BPBD setempat dan BMKG terkait perkembangan cuaca dan potensi bencana di wilayahnya.
Kesiapsiagaan dan langkah mitigasi sejak dini diharapkan dapat meminimalkan dampak bencana serta melindungi keselamatan masyarakat. I





