ISI Bali Perkuat Daya Tarik Wisata Lewat Kalangan Widya Mahardika V

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi inisiatif Institut Seni Indonesia (ISI) Bali dalam memperkuat daya tarik pariwisata berbasis budaya melalui rangkaian kegiatan bertajuk Kalangan Widya Mahardika V.

Dalam sambutan pembuka kegiatan yang berlangsung di Kampus ISI Bali, dikatakan bahwa seni, desain dan budaya memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan ekosistem kepariwisataan Bali.

“Acara Kalangan Widya Mahardika V dan Pameran Tunggal Profesor Wayan Kun Adnyana merupakan kegiatan yang berkontribusi dalam memperkuat daya tarik pariwisata Bali sebagai destinasi berbasis budaya berkelas dunia. Ini merupakan inisiatif yang patut diapresiasi,” kata Menpar.

Dia menjelaskan, dalam Indonesia Tourism Outlook 20252026 yang disusun bersama Bank Indonesia dan Kementerian PPN/Bappenas, terdapat enam tren utama pariwisata, salah satunya adalah cultural immersion.

Tren ini menunjukkan bahwa wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara, semakin menempatkan interaksi sosial dan pembelajaran lintas budaya sebagai bagian penting dari pengalaman perjalanan mereka.

Oleh karena itu, ruang – ruang kreatif yang mampu menghadirkan budaya secara hidup dinilai semakin penting dalam memperkuat daya tarik destinasi.

Kalangan Widya Mahardika V merupakan edisi kelima dari rangkaian pameran dan perhelatan seni di ISI Bali yang mempertemukan mahasiswa, dosen dan praktisi seni, serta berlangsung selama sepekan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Sadhamasa Widya Mahardika atau Bulan Pendidikan.

Salah satu rangkaian utama kegiatan ini adalah pagelaran kolosal intermedium bertema KirtyaJnanaKawya, karya kolaboratif mahasiswa dan dosen yang memadukan seni tari, pertunjukan cahaya, unsur elektrik, animasi, serta iringan gamelan dan musik orkestra.

Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan pameran Pharama Paraga, yakni pameran tunggal retrospektif yang menampilkan perjalanan 20 tahun seni lukis kontemporer Prof. Wayan Kun Adnyana.

Baca Juga:  Pemkot Denpasar Bangun Sinergitas dengan TNI-Polri Dukung Percepatan Penanganan Sampah

Pameran ini menampilkan 88 karya yang merekam evolusi artistik, mulai dari figur metaforis biografis hingga eksplorasi bentuk abstrak baru.

Karya – karya tersebut dikurasi oleh Jeon Dongsu, Warih Wisatsana dan Alaida Niwaya, serta akan berlangsung mulai 25 Maret hingga Mei 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Menpar Widiyanti juga menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Politeknik Pariwisata Bali dan Institut Seni Indonesia Bali dalam rangka penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Menpar berharap kolaborasi ini dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata Indonesia.

“Pariwisata sangat erat hubungannya dengan kebudayaan. Karena itu, kolaborasi seperti ini menjadi sangat penting untuk memperkuat kualitas SDM pariwisata nasional,” katanya.

Rektor ISI Bali I Wayan Adnyana menjelaskan bahwa Kalangan dimaknai sebagai ruang aktualisasi, sedangkan Mahardika berarti kemerdekaan yang dicapai melalui proses pendakian yang sungguh – sungguh.

Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian individu, tetapi juga pada cita – cita yang lebih besar bagi institusi, bangsa dan kemanusiaan.

“Terima kasih kepada semua pihak yang hadir. Dengan niat tulus, kami persembahkan kesungguhan ISI Bali untuk Indonesia,” ungkap Wayan Adnyana. I

 

 

Kirim Komentar