Ini Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air pada 8 April 2026

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan kejadian bencana pada periode Selasa hingga Rabu, 7 – 8 April 2026 pukul 07.00 WIB.

Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB mencatat peristiwa banjir dan angin kencang masih mendominasi kejadian bencana pada periode ini.

Informasi kejadian banjir diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu yang melaporkan bahwa pada Senin (6/4) terjadi banjir akibat hujan deras pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Banjir menyebabkan air masuk ke permukiman dengan ketinggian 30 sentimeter (cm) hingga 100 cm.

Banjir berdampak pada 26 kelurahan di delapan kecamatan, yakni Kecamatan Singaran Pati, Muara Bangkahulu, Ratu Agung, Selebar, Ratu Samban, Sungai Serut, Kampung Melayu, dan Gading Cempaka.

Total sebanyak 2.855 rumah, satu fasilitas ibadah, dan satu fasilitas pendidikan terdampak.

Petugas segera diturunkan untuk melakukan asesmen, pendataan, penyaluran bantuan logistic dan evakuasi warga yang terjebak banjir.

BPBD Kota Bengkulu juga telah mendirikan tenda pengungsian untuk mengantisipasi warga yang akan mengungsi.

Banjir berangsur surut pada Selasa (7/4). Meski demikian, petugas tetap memantau ketinggian air dan bersiaga apabila terjadi banjir kiriman.

Masih di Provinsi Bengkulu, banjir juga terjadi di Kabupaten Bengkulu Tengah pada Minggu (5/4).

Sebanyak sembilan desa di tiga kecamatan terdampak, yakni Desa Jaya Karta, Pulau Panggung, Tengah Padang, Taba Pasma, Nakau, dan Kembang Sri di Kecamatan Talang Empat, Desa Taba Terunjam dan Talang Empat di Kecamatan Karang Tinggi, serta Desa Taba Jambu di Kecamatan Pondok Kubang.

BPBD Kabupaten Bengkulu Tengah mencatat sebanyak 219 Kepala Keluarga (KK) terdampak.

Rinciannya, Kecamatan Karang Tinggi sebanyak 140 KK, Kecamatan Talang Empat 67 KK dan Kecamatan Pondok Kubang 12 KK.

Baca Juga:  Korban Meninggal Dunia Bencana Sumatra Jadi 1.016 Orang dan 212 Masih Hilang

Petugas melakukan kaji cepat, berkoordinasi dengan dinas terkait dan mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Berdasarkan kondisi mutakhir pada Selasa (7/4), banjir telah surut.

Kejadian banjir juga dilaporkan terjadi di Desa Tanah Abang, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan pada Senin (6/4) pukul 13.00 Wita.

BPBD Kabupaten Banjar mencatat sebanyak 74 KK atau 180 jiwa terdampak dengan tinggi muka air mencapai 130 cm.

Meski banjir telah surut pada Selasa (7/4), petugas terus memantau situasi karena wilayah tersebut memiliki dataran yang lebih rendah dibandingkan desa lain di sekitarnya, sehingga berpotensi mengalami kenaikan air kembali saat hujan deras atau mendapat limpahan air dari wilayah lain.

Selain kejadian banjir, BNPB juga menerima laporan cuaca ekstrem di Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur pada Senin (6/4) pukul 17.00 WIB.

Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sejumlah rumah rusak ringan dan pohon tumbang.

Petugas segera diturunkan untuk melakukan pendataan dan penanganan darurat di lokasi kejadian.

Tercatat sebanyak 41 rumah rusak di Desa Ngadipiro dan 21 rumah di Desa Wilangan, dengan sebagian besar mengalami kerusakan pada bagian atap rumah.

Selain itu, satu fasilitas Tempat Pemakaman Umum (TPU) terdampak akibat pohon tumbang.

BPBD Kabupaten Nganjuk bersama warga bergotong royong melakukan perbaikan rumah dan evakuasi pohon tumbang.

Kondisi cuaca di lokasi kejadian pada Selasa (7/4) terpantau cerah berawan.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada masa peralihan musim hujan ke kemarau, seperti angin kencang, hujan ekstrem, puting beliung, banjir, dan gelombang tinggi.

Selain itu, terdapat potensi bencana geologi, seperti gempa bumi yang dapat terjadi sewaktu – waktu.

Baca Juga:  APEL PAGI PEMKOT BEKASI DIRANGKAI PENANDATANGANAN KERJA SAMA TMMD

Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana dan rencana darurat sebagai langkah kesiapsiagaan.

Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai diimbau untuk memantau ketinggian muka air secara berkala.

Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi lama, disarankan melakukan evakuasi mandiri dan terus memantau informasi dari sumber resmi, serta tepercaya, seperti BNPB, BPBD, dan BMKG. I

 

 

Kirim Komentar