Pemkab Bogor Tata Pasar Parung Panjang Demi Kenyamanan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus berkomitmen dalam menata kawasan Parung Panjang, dengan penataan mulai direalisasikan secara bertahap sejak Rabu (15/4/2026).

Dinas terkait bersama bersama unsur Kecamatan Parung dan TNI-Polri melaksanakan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini menempati badan jalan di kawasan Pasar Parung.

Langkah tersebut diambil untuk mengembalikan fungsi jalan sebagai fasilitas umum, sekaligus mengurai kemacetan yang kerap dikeluhkan masyarakat.

Penertiban dilakukan dengan pendekatan humanis dengan pedagang diberikan arahan dan imbauan agar berpindah ke lokasi yang telah disediakan pemerintah, yakni di dalam area PD Pasar Tohaga Parung.

Selain itu, upaya ini juga bertujuan menciptakan lingkungan pasar yang lebih tertib, bersih dan nyaman bagi seluruh pengguna.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Suryanto Putra menjelaskan bahwa penataan tidak hanya berfokus pada penertiban PKL, tetapi juga mencakup penataan kawasan secara menyeluruh.

Area sempadan jalan akan dimanfaatkan untuk mempercantik lingkungan, termasuk penertiban papan reklame yang tidak sesuai aturan.

Menurutnya, langkah ini diharapkan mampu mengurangi kesemrawutan, sekaligus meningkatkan estetika kawasan.

“Pasar Parung yang sebelumnya tertutup kini mulai terlihat wajahnya. Ternyata masih ada ruang yang cukup luas untuk dimanfaatkan kembali, termasuk untuk penataan kawasan. Kami juga akan menertibkan reklame agar kawasan ini lebih rapi dan tidak mengganggu,” ujarnya.

Secara bertahap, pembangunan dimulai dengan pendataan bangunan dari sisi perizinan hingga kepemilikan.

Ke depan, pemerintah juga berencana melakukan pelebaran jalan dari pertigaan hingga kawasan Pohon Jeruk guna mendukung kelancaran arus lalu lintas.

Direktur Perumda Pasar Tohaga Haris Setiawan menuturkan, pihaknya telah menyiapkan ratusan los dan kios di dalam pasar untuk menampung para PKL.

Bahkan, dia menambahkan, jika kapasitas belum mencukupi, fasilitas tambahan akan disiapkan, mengingat masih tersedia ruang yang cukup luas.

Baca Juga:  Kepala BNPB Pastikan Progres Pembangunan Huntap Insitu Warga Bireuen

“Penataan ini bukan menggusur, melainkan menggeser. Kami ingin pedagang tetap bisa berusaha di tempat yang lebih layak dan tertata. Untuk sementara, tempat yang disediakan juga masih digratiskan, pedagang hanya membayar iuran kebersihan dan keamanan,” ungkap Haris.

Sementara itu, Camat Parung Adhi Nugraha menjelaskkan bahwa proses penataan telah melalui tahapan komunikasi dengan para pedagang sejak awal tahun.

Dari ratusan PKL yang terdata, lanjutnya, sebagian telah melakukan pembongkaran secara mandiri sebelum penertiban berlangsung.

“Kami berharap masyarakat tidak lagi bertransaksi di pinggir jalan. Jika ini tidak diubah, kondisi semrawut akan kembali terulang,” ungkapnya.

Pemkab Bogor menegaskan bahwa keberhasilan penataan kawasan Pasar Parung membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, pedagang hingga masyarakat.

Dengan sinergi tersebut, kata Adhi, diharapkan kawasan Pasar Parung dapat kembali tertata, fungsi jalan pulih dan tercipta lingkungan yang nyaman, serta aman bagi seluruh warga. I

 

 

Kirim Komentar