Bendungan Meninting Perkuat Ketahanan Pangan dan Air di Lombok

Pascaperesmian Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) oleh Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (10/7/2026), terus dioptimalisasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Selain difungsikan untuk mendukung swasembada pangan, Bendungan Meninting juga bermanfaat untuk penyediaan air baku, energi baru terbarukan dan pengendalian banjir di Lombok Barat.

Menteri PU Dody hanggodo mengatakan, diresmikannya Bendungan Meninting merupakan salah satu langkah perwujudan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan ketahanan air nasional.

“Arahan Bapak Presiden Prabowo melalui Asta Cita sangat jelas. Swasembada pangan, swasembada energi dan swasembada air yang memerlukan tata kelola air yang tertib, berkelanjutan, serta benar – benar mampu memberikan manfaat yang maksimal kepada petani dan rakyat Indonesia,” katanya.

Bendungan Meninting dibangun pada periode 2018 – 2025 dengan biaya sebesar Rp1,473 triliun.

Bendungan ini memiliki tinggi 74 meter, kapasitas tampung sebesar 9,91 juta m3 dan luas genangan mencapai 46,16 hektare.

Alhamdulillah, dengan adanya bendungan ini yang mampu menampung sampai dengan hampir 10 juta m3, air dapat dimanfaatkan sepanjang tahun,” ungkapnya.

Menurutnya, sawah yang tadinya bergantung pada tadah hujan menjadi sawah yang bisa kita airi dari bendungan seluas 1.600 hektare dengan jaringan irigasi kurang lebih 26 km.

“Dulu sebelum ada Bendungan Meninting hanya bisa satu kali tanam, saat ini sudah bisa menjadi tiga kali musim tanam,” jelas Menteri PU.

Selain itu, bendungan ini juga telah menyelesaikan konflik horizontal masyarakat Kabupaten Lombok Barat terkait air dengan menyediakan air baku sebesar 150 liter per detik.

“Khusus untuk Bendungan Meninting, bendungan ini telah bisa mengurangi konflik horizontal yang selama ini sebelum bendungan ini ada selalu terjadi antara para perani dari Lombok Barat khususnya, karena mereka selalu berebut ait manakala musim tanam tiba,” tuturnya.

Baca Juga:  Infrastruktur Berperan Penting Wujudkan Asta Cita

Sebagai infrastruktur multifungsi, Bendungan Meninting juga memiliki potensi pemanfaatan energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 0,8 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 9,23 MW.

Di sisi lain, bendungan ini berperan dalam pengendalian banjir dengan kemampuan mereduksi genangan banjir hingga 59 hektare. I

 

Kirim Komentar