Laporan Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air pada 23 April 2026

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemutakhiran data kejadian bencana dan upaya penanganan darurat oleh pemerintah daerah pada periode Rabu (22/4) hingga Kamis (23/4) pukul 07.00 WIB.

Hasil pencatatan menunjukkan bahwa bencana hidrometeorologi masih mendominasi kejadian di tanah air.

Salah satu kejadian yang tercatat terjadi di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara.

Kejadian tersebut berupa gelombang pasang air laut yang mengakibatkan banjir rob pada Selasa (21/4) pukul 08.00 Wita.

Lokasi terdampak, yakni Desa Bukit Tinggi di Kecamatan Kakas Barat. Tercatat sebanyak 59 Kepala Keluarga (KK) terdampak.

Kerugian material meliputi 59 unit rumah dan 4 unit fasilitas ibadah yang turut terdampak akibat kejadian ini.

Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC BPBD) Kabupaten Minahasa berkoordinasi dengan pimpinan dan pemerintah desa/kecamatan melakukan asesmen ke lokasi terdampak, serta penanganan darurat.

Kondisi terkini pada Rabu (22/4), angin dan gelombang air laut masih menerjang pesisir pantai dengan skala rendah hingga sedang.

Selain itu, kejadian bencana juga dilaporkan di Kota Pasuruan, Provinsi Jawa Timur.

Hujan lebat yang terjadi pada Selasa (21/4) pukul 17.40 WIB mengakibatkan tinggi muka air Sungai Welang naik dan meluap, serta menggenangi area permukiman warga di sekitar aliran sungai.

Banjir berdampak pada tujuh kelurahan di tiga kecamatan, yakni Kelurahan Karangketug di Kecamatan Gadingrejo, Kelurahan Petamanan, Kebonsari dan Kandang Sapi di Kecamatan Panggungrejo, serta Kelurahan Wirogunan, Puturejo, dan Purworejo di Kecamatan Purworejo.

Sebanyak 100 KK terdampak dan masih dalam pendataan. Kerugian material tercatat sebanyak 100 unit rumah serta akses jalan terdampak.

Personel BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kota Pasuruan melakukan kaji cepat, serta berkoordinasi dengan perangkat desa untuk melakukan pemantauan ketinggian genangan secara berkala dan distribusi logistik kepada warga terdampak banjir.

Baca Juga:  Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Indonesia pada 8 Februari 2026

Sejalan dengan kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menetapkan status siaga darurat melalui Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/845/013/2025 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di Provinsi Jawa Timur 2025 – 2026 selama 155 hari, terhitung mulai 27 November 2025 sampai dengan 1 Mei 2026.

Kondisi terkini pada Rabu (22/4), cuaca terpantau hujan ringan dan banjir telah surut.

Kejadian bencana lainnya terjadi di Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara. Cuaca ekstrem dan angin puting beliung pada Senin (20/4) menyebabkan beberapa rumah warga rusak.

Lokasi terdampak yakni Kelurahan Bhakti Karya dan Tanah Merah di Kecamatan Binjai Selatan.

Tercatat 13 KK terdampak. Kerugian material di antaranya 11 unit rumah rusak ringan, 1 unit rumah rusak sedang dan 1 unit rumah rusak berat.

BPBD Kota Binjai terus melakukan koordinasi bersama pihak kelurahan dan kecamatan dalam pengkinian data pascabencana, evakuasi pohon tumbang, serta memonitor prakiraan cuaca dan peringatan dini untuk disampaikan kepada masyarakat.

Kondisi terkini pada Rabu (22/4), situasi masih dalam penanganan petugas.

Mengingat sebagian besar kejadian bencana tersebut dipicu oleh faktor cuaca, serta potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi, berikut prakiraan cuaca hari ini sebagai langkah antisipasi.

Cuaca di Indonesia pada hari ini didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.

Masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah.

Wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Selain itu, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah.

Baca Juga:  Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air pada 14 November 2025

Wilayah lainnya adalah Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Status siaga (hujan lebat hingga sangat lebat) berpotensi terjadi di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

BNPB mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan dan sambaran petir dengan menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh, serta membatasi aktivitas di ruang terbuka saat hujan disertai angin kencang dan petir.

Masyarakat juga diminta tetap waspada dan segera mengikuti arahan aparat setempat apabila terjadi kondisi darurat bencana. I

Kirim Komentar