Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung membahas penguatan struktur industri daerah, dengan fokus pada pengembangan industri agro berbasis hilirisasi komoditas unggulan.
Pembahasan tersebut dalam pertemuan antara Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza dengan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela Chalim di Kantor Kemenperin, Jakarta.
“Saya menerima kunjungan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela Chalim dalam rangka membahas penguatan struktur industri daerah dalam rangka penguatan ekosistem industri dari hulu ke hilir,” jelas Wamenperin Riza.
Pada pertemuan tersebut turut dibahas potensi kerja sama penyediaan fasilitas pelatihan di Provinsi Lampung sebagai upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) industri.
“Provinsi Lampung berpotensi besar menjadi pusat pertumbuhan industri baru, meskipun realisasinya masih dikoordinasikan terkait dengan anggaran,” tutur Wamenperin Riza.
Saat ini, Pemprov Lampung telah menyiapkan lahan sekitar 7 hektare di kawasan Kota Baru, Lampung bagian Selatan yang terintegrasi dengan pusat pendidikan untuk pembangunan Balai Diklat Industri (BDI) guna mencetak SDM tersertifikasi.
Adapun spesialisasi yang diusulkan meliputi agro-processing, logistik dan supply chain yang diselaraskan dengan potensi dan kebutuhan industri di wilayah Lampung dan sekitarnya.
“Saya menekankan pentingnya kualitas SDM industri melalui pelatihan link and match dengan kebutuhan industri menjadi prioritas, disertai penguatan ekosistem industri yang terintegrasi dari hulu ke hilir,” kata Wamenperin Riza.
Kawasan Kota Baru yang disiapkan menjadi Pusat Pelatihan Industri dinilai sangat ideal, karena masuk dalam perencanaan pengembangan pusat pemerintahan dan memiliki ekosistem industri yang sudah mulai terbentuk.
Lokasi di Kota Baru dianggap strategis mengingat kedekatannya dengan berbagai perguruan tinggi besar, seperti Institut Teknologi Sumatera (Itera) dan kawasan industri.
Keberadaan lembaga pendidikan tinggi tersebut diharapkan mampu menciptakan sinergi antara dunia akademik dengan kebutuhan praktis di sektor industri nasional.
Pemerintah daerah setempat berharap kehadiran BDI di Lampung dapat menjadi solusi atas tingginya permintaan tenaga kerja terampil di wilayah pintu gerbang Sumatra.
Integrasi antara lokasi diklat dengan kawasan industri yang sudah eksis akan mempermudah distribusi lulusan ke dunia kerja secara lebih efektif.
Langkah koordinasi ini diharapkan segera membuahkan hasil melalui persetujuan teknis dan dukungan administrasi dari Kemenperin. I





