Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah Abdul Haris menyatakan, layanan di embarkasi haji telah dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur melalui sistem One Stop Service (OSS) pada pemberangkatan awal musim haji tahun 2026.
“Layanan pertama bagi jamaah harus betul – betul terjamin. Sebagian besar embarkasi sudah melaksanakan SOP yang kami tetapkan, yaitu OSS,” kata Abdul Haris setelah melepas jemaah calon haji kloter pertama di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), di Surabaya, Jawa Timur.
Dia menjelaskan, penerapan OSS menjadi bagian dari kesiapan pemerintah dalam memastikan pelayanan optimal bagi jemaah sejak tahap awal keberangkatan di embarkasi.
Sementara, pada Rabu (22/4) sebanyak 11 embarkasi di Indonesia mulai memberangkatkan kelompok terbang (kloter) perdana jemaah calon haji.
“Alhamdulillah, hari ini dan sebagian tadi malam atau dini hari, kami sudah memulai keberangkatan kloter – kloter perdana di sebagian besar embarkasi yang ada di Indonesia,” ujarnya.
Pemerintah berharap, lanjutnya, seluruh proses pemberangkatan berjalan lancar sesuai dengan harapan Presiden dan Menteri Haji dan Umrah.
Selain memastikan kesiapan layanan, lanjutnya, pemerintah juga mengantisipasi potensi keberangkatan jemaah nonvisa haji dengan menggandeng berbagai pemangku kepentingan, termasuk pihak imigrasi.
“Biasanya keberangkatan haji dibarengi dengan problem, di antaranya jemaah nonvisa haji itu sudah kita antisipasi bersama pemangku kepentingan lain agar tidak terjadi,” tuturnya.
Selain itu, untuk pelayanan di Arab Saudi, Haris memastikan seluruh kebutuhan jamaah telah dipersiapkan, mulai dari akomodasi, transportasi hingga konsumsi.
Dia menambahkan, persiapan penerimaan jamaah di Madinah telah dikoordinasikan dengan petugas di lokasi, termasuk layanan dari bandara menuju hotel dan fasilitas kesehatan.
Terkait dengan akomodasi, kata Haris, pemerintah menyiapkan sekitar 100 hotel di Madinah untuk menampung jemaah calon haji Indonesia.
Lebih lanjut, dia menambahkan, untuk kelengkapan dokumen jemaah calon haji tahun 2026 telah terpenuhi, termasuk visa dan Kartu Nusuk yang kini sudah dapat diterima sejak di embarkasi.
Mengenai distribusi Kartu Nusuk, Haris mengatakan, didukung kerja sama dengan dua syarikah yang telah membuka kantor layanan di Indonesia guna memastikan aktivasi kartu berjalan lancar di setiap embarkasi.
“Alhamdulillah, tahun ini jemaah ketika datang sudah menerima seluruh dokumen yang dibutuhkan mulai dari visa, termasuk Kartu Nusuk,” jelasnya. I



