Menteri LH Mau Bereskan Masalah Sampah

Menteri Lingkungan Hidup (LH) yang baru yakni Jumhur Hidayat telah menyiapkan berbagai langkah guna mendukung program Presiden Prabowo Subianto terkait dengan permasalahan lingkungan di Indonesia.

Dia menjelaskan bahwa Kementerian LH akan melanjutkan program permasalahan sampah agar dapat diselesaikan dalam dua tahun hingga tiga tahun ke depan.

“Kami akan melanjutkan program terkait penanganan sampah. Kita ada delapan aglomerasi kalau enggak salah, pembangunan fasilitas pengolahan sampah jadi listrik sedang berjalan, nanti kita akan evaluasi seberapa jauh kecepatan untuk segera menjadi kenyataan, kita dorong, karena ini urgent,” katanya kepada media di kantornya.

Nantinya, Jumhur menambahkan, dalam pembangunan fasilitas pengolahan sampah, Kementerian LH akan lebih banyak mendengar masukan dari masyarakat.

“Banyak masyarakat punya gagasan, ide cara mengolah sampah jadi bernilai. Contohnya pengolahan sampah menggunakan RDF. Kita dorong terus semua gerakan masyarakat yang punya cita – cita untuk mengolah sampah, pemerintah harus welcome, dan kita sama – sama terus mengeksplor supaya menjadi kenyataan. Mudah – mudahan 2028 bisa kita selesaikan,” tuturnya.

Selain masalah sampah, pihaknya juga akan mempertimbangkan untuk mengevaluasi Undang – Undang (UU) terkait dengan lingkungan hidup dan iklim, seperti UU Cipta Kerja terkait lingkungan hidup, RUU Perubahan Iklim dan RUU Keadilan Iklim.

“Soal undang – undang tertulis, pasti kita akan evaluasi beberapa hal, terutama mungkin terkait dengan seberapa jauh peran masyarakat yang bisa terlibat dalam proses ini, siapa masyarakat itu dan sebagainya,” ungkapnya.

Namun, Jumhur menambahkan, intinya kalaupun negara bertindak itu harus atas nama masyarakat, harusnya memastikan bahwa perlindungan masyarakat, masyarakat adat, masyarakat di sekitar tempat itu pastikan selamat dan makin sejahtera.

Dia juga menginginkan pembangunan berkelanjutan yang bersifat lebih ramah lingkungan dan mendukung masyarakat sekitar, termasuk masyarakat adat.

Baca Juga:  EVALUASI UNTUK PEJABAT KEPALA DAERAH YANG TIDAK GUNAKAN PDN DALAM PBJ

“Jadi, enggak boleh lagi ada pembangunan yang ekstraktif, melakukan displace orang, bahkan masyarakat menjadi sakit atau menjadi kurang sejahtera, harus dibalik perspektif itu, masyarakat harus sejahtera dan kita bisa melakukannya,” jelasnya.

Kementerian LH juga menyiapkan mitigasi untuk mencegah kebakaran hutan saat El Nino terjadi di wilayah Indonesia.

Jumhur memastikan Kementerian LH akan bekerja keras karena El Nino tahun ini diprediksi terjadi pada waktu yang panjang.

“Dalam waktu dekat ini soal El Nino, soal kebakaran hutan. Oke, ini masalah juga saya kasih ini aja. Saya nanti akan kerja keras sama Pak Wamen dan dukungan semua pihak tentunya, memastikan mitigasi tentang kebakaran hutan itu harus dilakukan dengan betul – betul serius,” katanya.

Dia sudah mendapat laporan terkait kendala untuk mitigasi kebakaran hutan di Indonesia dan memastikan upaya mitigasi nantinya disiapkan matang.

“Sebetulnya ada saya dapat laporan, banyak cara untuk memitigasi ini, tapi nggak jalan, karena satu dan lain hal, maka dalam situasi sekarang ini saya akan memimpin,” ujarnya.

Jumhur juga akan memastikan upaya mitigasi pada pihak – pihak yang memiliki konsesi lebih maksimal lagi, termasuk kepada hutan yang dimiliki masyarakat adat. I

 

Kirim Komentar